DetikNews
Kamis 08 November 2018, 11:38 WIB

Hikmah Gempa dan Tsunami, ACT: Palu Mendunia

Moch Prima Fauzi - detikNews
Hikmah Gempa dan Tsunami, ACT: Palu Mendunia Foto: Dok DPR
Jakarta - Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Begitu juga dengan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Menurut Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, hikmah dari bencana itu Palu menjadi dikenal dunia.

"Salah satu hikmah dari terjadinya bencana adalah Palu sangat mendunia. Kita harus berpikir hal-hal positif. Hakekatnya, bencana takdir. Takdir dari yang maha baik. Maka kebaikan yang terjadi," tutur Ahyudin dalam keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018).

Saat membuka seminar 'Gempa Bumi, Tsunami, Likuifaksi Sulawesi Tengah: Sebuah Pelajaran bagi Mitigasi Bencana' (7/11), Ahyudin mengajak masyarakat untuk bersyukur dan memaknai bencana dengan positif.


Ia juga menegaskan bencana yang terjadi dapat menjadikan seluruh pihak waspada. Ia menilai kerugian terbesar yang dikibatkan oleh bencana bukan pada materi melainkan korban jiwa.

"Korban 2000 orang jangan dianggap kecil. Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia," imbuhnya.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk tanggap bencana sehingga tidak ada
lagi korban nyawa. Ia pun berharap pihak akademisi dan universitas di Palu untuk membuka studi Manajemen Bencana.

Seminar yang digelar Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) itu dihadiri sejumlah akademisi, relawan kemanusiaan, maupun masyarakat umum.

Narasumber yang hadir antara lain Dosen dan Peneliti Sesar Palu Koro dari Universitas Tadulak Drs. Abdullah, M.T., Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Kepala Sub Bidang Evaluasi Geologi Teknik, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Ginda Hasibuan, dan Kasi Pengkajian Risiko, Kedeputian Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sridewanto Edi Pinuji.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola. Ia mengapresiasi kinerja lembaga kemanusian, khususnya ACT dalam menyediakan kajian akademis.

"Saya sangat mengapresiasi tentunya. Hasil dari kajian ini sebagian adalah bagian masukan dari kami pemerintah provinsi Sulteng sebagai revisi tata ruang," paparnya.


Ia pun berharap kolaborasi pemerintah dan ACT mampu mempercepat pemulihan bencana.

"Kita sudah menuju ke pemulihan. Adanya dukungan ACT dan relawan-relawan lain membuat lebih cepat proses pemulihan itu. Dan kami selaku pemerintah tetap tegas dengan strategi-strategi yang telah kita tetapkan," ungkap Longki.

Pemerintah Sulawesi Tengah pun berharap target-target pemulihan yang telah direncanakan lekas terbantu dengan adanya sejumlah organisasi kemanusiaan. Misalnya target pemulihan air bersih dan hunian bagi masyarakat.

Seminar tersebut turut dihadiri perwakilan Walikota Palu Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Danrem 132 Tadulako, diwakili oleh Kasrem, letkol inf. Sihotang, Bupati Donggala Kasman Lassa, Bupati Sigi Moh Irwan Lapata, Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, Vice President ACT Ibnu Khajar, Vice President ACT Iqbal Setyarso dan Kepala Cabang ACT Sulteng, Nani Nurmarjani Loulembah.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed