DetikNews
Kamis 08 November 2018, 11:40 WIB

Kemenristek Kucurkan Rp 283 M Perbaiki Gedung Kampus Untad Palu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kemenristek Kucurkan Rp 283 M Perbaiki Gedung Kampus Untad Palu Menristekdikti M Nasir di Untad Palu (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Palu - Pemerintah mengucurkan dana perbaikan sarana dan prasarana di Universitas Tadulako (Untad) Palu yang terdampak gempa. Perbaikan itu diharapkan selesai tahun depan.

"Alhamdulillah, atas saran dari Bapak Presiden, saya langsung koordinasi dengan Pak Menteri PUPR, (biaya perbaikan) adalah sekitar Rp 283 M," ucap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Untad Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (8/11/2018).

Anggaran itu disebut Nasir untuk perbaikan sejumlah gedung yang rusak. Selain itu, fasilitas termasuk laboratorium juga masuk dalam anggaran itu. Nasir juga memberikan 24 LCD serta proyektor untuk kegiatan perkuliahan.

"Harapan saya, meski pun dalam kondisi bencana, kuliah tidak boleh berhenti. Semangat harus tetap dijaga," ucap Nasir.




Menristek Juga Beri Beasiswa ke 896 Mahasiswa

Dalam kesempatan yang sama, Nasir juga menyerahkan beasiswa Bidik Misi dan Peningkatan Potensi Akademik (PPA) kepada 896 mahasiswa Untad. Selain itu, dia berencana memberikan beasiswa pada 1.000 mahasiswa di perguruan tinggi swasta, tetapi saat ini pihaknya masih menunggu data yang tepat.

"Tolong mahasiswa yang kena dampak jangan sampe keleleran, harus diselesaikan," ucap Nasir.

Nasir juga memberi solusi pembelajaran bagi mahasiswa yang terdampak bencana di Sulteng melalui mekanisme Credit Transfer Semester (CTS). Dengan mekanisme ini, mahasiswa dimungkinkan tetap bisa mengikuti kuliah secara daring dari universitas lain.

"Kuliah bisa dilakukan secara daring yang ada di Universitas Tadulako bersama perguruan tinggi negeri yang lain. Ada 38 PTN yang sudah mau bekerja sama dengan Universitas Tadulako, sehingga mahasiswa tidak perlu lagi pindah dari sini. Ada yang di Universitas Hasanudin, ada di Universitas Negeri Makassar dan universitas-universitas negeri yang lain. Dan ada yang dengan Universitas Indonesia dengan daring, ada yang mungkin dengan universitas-universitas yang ada di Jawa," kata Nasir.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed