Makin Kritis, Cak Nur Diusulkan Dirawat di Inkubator
Kamis, 25 Agu 2005 16:29 WIB
Jakarta - Cendekiawan muslim Nurcholish Madjid (Cak Nur) kondisinya makin kritis. Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pun sempat mengusulkan agar Cak Nur dirawat di inkubator. Hal ini untuk membantu pernafasannya. Namun usulan itu kemudian urung dilakukan.Direktur Eksekutif RSPI Hermansyur Kartowisastro menuturkan, kondisi Rektor Universitas Paramadina itu saat ini sangat kritis dan serius. Terkena kotor sedikit saja, Cak Nur bisa terinfeksi dan kondisinya bisa bertambah parah. "Tapi dengan pakai inkubator, Cak Nur tidak bisa bicara karena itu quality of life-nya jadi terganggu. Karena itu kita tidak menggunakan inkubator, cuma oksigen biasa," kata Hermansyur dalam jumpa pers di RSPI, Jalan Metro Duta, Pondok Indah, Jakarta, Kamis (25/8/2005). RSPI akhirnya menempatkan pria kelahiran 17 Maret 1939 itu di ruang rawat biasa. Dengan dirawat di ruang biasa, Cak Nur bisa tetap dekat dengan keluarga dan kerabatnya. Meski begitu dokter sangat membatasi tamu-tamu yang akan membesuk Cak Nur. "Tidak bisa sembarang orang menemuinya," kata Hermansyur. Kondisi Cak Nur kembali memburuk sejak tiga hari lalu sehingga dirawat di ruang ICCU RSPI. Menurut Hermansyur, sejak operasi pencangkokan hati Juli 2004 lalu, kondisi pria kelahiran Jombang itu tidak bisa pulih kembali 100 persen. "Kemungkinan sembuh diragukan. Tapi kami akan berusaha seoptimal mungkin," tandas Hermansyur.Sejauh ini sejumlah tokoh telah membesuk Cak Nur. Mereka antara lain Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, Salahuddin Wahid dan Hidayat Nurwahid.
(iy/)











































