Mega: Semenanjung Korea, Kedaulatan Bangsa Asia

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 07 Nov 2018 14:02 WIB
Megawati bicara peran RI ciptakan perdamaian Korut-Korsel (Dok PDIP)
Megawati bicara peran RI ciptakan perdamaian Korut-Korsel (Dok PDIP)
Jakarta - Selain bicara soal peran Indonesia mendamaikan Korea Utara dan Korea Selatan, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri juga mengajak negara-negara di Asia untuk bersama-sama berperan dalam upaya perdamaian dua negara di Semenanjung Korea itu.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menyebut Semenanjung Korea sebagai "the peninsula of the sovereignty of Asian nation" alias semenanjung kedaulatan negara-negara Asia.

Hal itu disampaikan Megawati saat menjadi pembicara dalam forum internasional The KOR-ASIA Forum 2018 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Rabu (7/11/2018)

Megawati mengaku sampai meneteskan airmata ketika pada 27 April lalu, pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara sepakat menandatangani Deklarasi Panmunjon untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Persatuan Semenanjung Korea.

Baginya, sejarah baru sudah dituliskan, bukan hanya bagi kedua Korea, tapi bagi bangsa di Asia.

"Bagi saya, Semenanjung Korea adalah semenanjung kedaulatan bangsa Asia," kata Megawati dalam keterangan tertulis DPP PDI Perjuangan, Rabu (7/11/2018)





Setelah perdamaian di Semenanjung Korea tercapai, Mega melanjutkan, tugas berikutnya untuk Asia adalah terus-menerus mengawal dan mengisi perdamaian. Hal itu dilakukan tanpa membatasi diri pada hal-hal yang terjadi semata-mata di benua Asia. Semua harus sadar saat ini semua negara di dunia bergantung satu sama lain.

"Tak ada lagi negara dan bangsa dapat mengucilkan diri dari bangsa-bangsa lain. Urusan dan masalah dunia adalah juga urusan dan masalah Asia. Masa depan Asia bergantung pada pemecahan masalah internasional yang multidimensi," papar Mega.

Menurut Mega, perdamaian di Semenanjung Korea sudah seharusnya menjadi simbol persatuan bagi bangsa-bangsa Asia. Negara-negara di Asia harus bersatu karena sikap bersama untuk secara aktif terlibat dalam memberikan sumbangan positif bagi perjalanan umat manusia.

"Tugas kita selanjutnya untuk tetap menggalang persatuan, tak hanya di Asia tetapi juga dengan bangsa-bangsa lain, khususnya Afrika. Asia-Afrika," ujar Megawati.

Dia kemudian menyebut bangsa-bangsa di Asia-Afrika bisa bersatu karena ketidaksetujuan terhadap rasisme, terorisme dan radikalisme, perdagangan manusia dan narkotika. Asia-Afrika bersatu karena kesepakatan bersama untuk menentang kejahatan moneter internasional.

Asia-Afrika akan tetap memperkuat persatuan untuk menghadapi dan mencari solusi bagi perubahan iklim global dan isu-isu lingkungan hidup lainnya. Asia-Afrika bersatu untuk melahirkan pembangunan yang menciptakan kemakmuran bagi warga dunia.

"Terima kasih para pemimpin dan rakyat Korea Utara dan Korea Selatan. Anda sekalian telah menginspirasi Asia-Afrika dan dunia bahwa tak ada tugas lebih besar yang lebih penting dari memupuk sebuah perdamaian," ujar Megawati.





"Saya Megawati Soekarnoputri, mewakili rakyat Indonesia, selalu dan selalu akan menjadi bagian dari perdamaian di Semenanjung Korea. Semenanjung Korea, semenanjung kebangkitan Asia, semenanjung dimana sayap-sayap perdamaian Asia diterbangkan ke segenap penjuru dunia," lanjut Mega.

Forum itu menggelar sejumlah seri pembicaraan dan diskusi panel mengenai isu Korea dan Asean, yang didukung penuh oleh The ASEAN-Korea Centre.

Di acara itu, selain Megawati sejumlah petinggi negara lain juga menjadi pembicara. Seperti mantan Presiden Mongolia Punsalmaagiyn Orchirbat, dan Deputi PM Tajikistan Davlatali Said. (erd/fdn)