DetikNews
Selasa 06 November 2018, 18:19 WIB

Ini Alasan Politis di Balik Pembatalan Kenaikan Cukai Rokok

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ini Alasan Politis di Balik Pembatalan Kenaikan Cukai Rokok Wapres JK (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan pembatalan kenaikan cukai rokok untuk menjaga stabilitas menjelang Pemilu 2019. JK mengungkapkan pemerintah tidak menaikkan apa pun dalam 6 bulan menjelang pemilu.

"Hampir semua dapat dikatakan bahwa menjelang pemilu kita harus menjaga stabilitas. Karena itu, hampir boleh dibilang, pemerintah tidak pernah menaikkan, pemerintah siapa saja ya, pemerintah hampir tidak menaikkan sesuatu di 6 bulan sebelum pemilu," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).


Selain cukai rokok, pemerintah tidak menaikkan harga BBM, tarif listrik, hingga pajak. Tujuannya agar masyarakat tidak ribut menjelang pemilu.

"BBM tidak naik, listrik tidak naik, pajak tidak naik. Biasanya 6 bulan sebelum pemilu tidak ada itu pergerakan demi stabilitas supaya masyarakat jangan ribut," ujarnya.

Program kesehatan, dikatakan JK, tidak bergantung pada cukai rokok. Hal ini menjawab kritik bahwa pemerintah tidak mendukung program kesehatan melalui naiknya cukai rokok.

"Program kesehatan tidak tergantung harga cukai rokok, tergantung kepada anggaran pemerintah secara keseluruhan. Dan kesehatan itu kita biayai lima persen dari APBN," tuturnya.


Sebelumnya, pada Jumat (2/11), Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet bersama para menteri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut hadir dalam rapat tersebut.

Salah satu hal yang disampaikan Sri Mulyani dalam sidang tersebut adalah kebijakan mengenai pemungutan cukai ke depan. Dia bilang tak akan ada perubahan kebijakan mengenai tarif cukai hasil tembakau pada tahun ini.

"Mendengar seluruh evaluasi dan masukan dari sidang kabinet, maka kami memutuskan bahwa untuk cukai tahun 2019 tidak akan ada perubahan atau kenaikan cukai. Kita akan menggunakan tingkat cukai yang ada sampai dengan 2018 ini," kata Sri Mulyani.


Saksikan juga video 'Ternyata, Penerimaan Pajak Terbesar Bukan dari Cukai Rokok':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed