DetikNews
Rabu 31 Oktober 2018, 22:27 WIB

BPPT Ungkap Kesulitan Pencarian Black Box Lion Air

Matius Alfons - detikNews
BPPT Ungkap Kesulitan Pencarian Black Box Lion Air KR Baruna Jaya I milik BPPT menerjunkan ROV ke laut. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Arus kencang di dasar laut perairan Karawang menghambat pencarian black box dan badan pesawat Lion Air JT 610. Kapal-kapal yang dilengkapi alat canggih juga tak bisa melepaskan jangkar karena khawatir terkena pipa milik Pertamina.

"Kesulitannya kita tidak bisa menurunkan jangkar di lokasi (terdeteksi) black box karena ada pipa Pertamina di bawah," ujar Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M Ilyas di atas Kapal Riset Baruna Jaya 1 di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Namun dipastikan ROV yang dibawa di kapal Baruna Jaya 1 tetap bekerja malam ini. ROV akan memantau kondisi di bawah laut yang terdeteksi adanya black box dengan kedalaman sekitar 36 meter.





Lokasi terdeteksinya black box sudah diberi tanda. Ini untuk memudahkan penyelam yang melanjutkan penyelaman besok pagi.

"Daerah yang kita tandai ini ada semua di bawah sini, termasuk tadi kita bisa mendeteksi posisi dari black box dengan ping locator KNKT dan kita kombinasi dengan transponder BPPT," ujar Ilyas.

"Sekarang tinggal mengambilnya saja. Malam ini ROV untuk scan kira-kira apa saja yang ada di bawah. Mudah-mudahan besok bisa final," sambungnya.





Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi sebelumnya mengatakan pencarian bangkai bodi Lion Air, termasuk black box, dilakukan di sekitar 400 meter barat laut di titik koordinat jatuhnya pesawat.

Di titik lokasi itu, tim menemukan serpihan pesawat di dasar laut. Terdeteksi juga sinyal dari black box Lion Air.
(fdn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed