DetikNews
Rabu 31 Oktober 2018, 16:09 WIB

16 Alumnus Jadi Korban Lion Air, Ikanas STAN Berduka

Rina Atriana - detikNews
16 Alumnus Jadi Korban Lion Air, Ikanas STAN Berduka Kondisi posko evakuasi Lion Air JT 610 pada Rabu (31/10) pagi. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 16 alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) menjadi korban jatuhnya Lion Air JT 610 pada Senin (29/10). Ikatan Alumni pun menyampaikan ucapan dukacita.

"Keluarga besar Ikatan Alumni Sekolah Pendidikan Tinggi Kedinasan STAN (Ikanas STAN) sekali lagi menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa seluruh penumpang dan para sahabat kami, alumni STAN, yang berada dalam penerbangan Lion Air JT 610," kata Ketua Ikanas STAN Dwi Wahyu Daryoto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

"Mereka adalah para pengawal keuangan negara yang sedang menuju tempat tugas dalam rangka berbakti kepada negeri," imbuhnya.


Berikut daftar alumni STAN yang menjadi korban Lion Air:

1. Dwinanto, alumni STAN-PPLN 1994
2. Muhammad Jufri, alumni STAN-PPLN 1997
3. Eko Sutanto, alumni STAN-Anggaran 1988
4. M. Fadillah, alumni STAN-Anggaran 1991
5. Abdul Khaer, alumni STAN-Anggaran 1992
6. Hesti Nuraini, alumni STAN-Pajak 1991
7. Metta Kurnia, alumni STAN-Pajak 1993
8. Pratomo Wira Dewanto, alumni STAN-Pajak 1995
9. Firmansyah Akbar, alumni STAN-Pajak 1997
10. Maria Ulfa, alumni STAN-Pajak 2000
11. Achmad Sukron Hadi, alumni STAN-Pajak 2005
12. Tri Haska Hafidzi, alumni STAN-Pajak 2006
13. Rr. Savitri Wulurastuti, alumni STAN-Akuntansi 1994
14. Nicko Yogha Marent Utama, alumni STAN-Akuntansi 2005
15. Haris Budianto, alumni STAN-Akuntansi 2005
16. Putri Yuniarsi, alumni STAN-Akuntansi 2008


Dwi menambahkan pihaknya meminta doa kepada seluruh keluarga Ikatan Alumni STAN untuk para korban.

"Kami mohonkan doa dari seluruh keluarga besar Ikanas STAN di mana pun berada untuk kebaikan para sahabat dan kepada keluarga yang ditinggalkan," tutur Dwi.

"Keluarga besar Ikanas STAN juga menyampaikan harapan agar proses pencarian evakuasi terus dilakukan. Harap dan doa juga kami panjatkan agar di masa depan tidak terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, KR Baru Jaya menemukan potongan pesawat Lion Air PK-LQP diduga sayap. Selain itu, KR Baruna Jaya disebutkan menangkap sinyal black box dengan alat canggih ROV.


Simak Juga 'Tim Forensik Identifikasi 87 Potongan Tubuh Korban Lion Air JT 610':

[Gambas:Video 20detik]



(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed