detikNews
Minggu 28 Oktober 2018, 09:12 WIB

Upaya Menjaga Kebhinekaan Lewat Festival Budaya Irau Malinau

Muhammad Idris - detikNews
Upaya Menjaga Kebhinekaan Lewat Festival Budaya Irau Malinau Foto: Dok. APPSI
Malinau - Ribuan orang memadati lapangan Pelangi Intimung dalam penutupan festival budaya Irau ke 9 dalam rangka hari jadi kabupaten Malinau ke-19. Dalam pesta rakyat yang telah memecahkan 7 rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut, Bupati Malinau Yansen Tipa Padan, memberikan penghargaan kepada tiap perwakilan lembaga adat dan paguyuban suku di Malinau karena telah berperan menyukseskan festival budaya tersebut.

"Walau kita jauh dari pusat kemajuan, kita bisa hidup bersama dan sejahtera. Tempat tidak mengubah kita, tapi kita yang mengubah tempat, Kita berbeda tapi harus belajar hidup dalam kebersamaan, itulah kunci kemajuan dan kesejahteraan," ujar Yansen dalam sambutannya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (28/10/2018).

Di antara lembaga adat dan paguyuban suku yang mendapat apresiasi dan penghargaan dari Bupati Malinau antara lain Lembaga Adat Dayak, Lembaga Adat Banjar, Paguyuban Bugis, Paguyuban Jawa dan berbagai kelompok etnis lain yang berada di Kabupaten Malinau.


Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Hendris Damus, mengungkapkan bahwa Kabupaten Malinau merepresentasikan keberagaman yang ada di Kalimantan Utara, bahkan Indonesia.

"Kabupaten Malinau adalah kabupaten terluas di Kaltara dengan luas hampir 56% dari luas provinsi, maka jelas keberagaman di sini merepresentasikan keberagaman di Kaltara bahkan Indonesia, jika kita bisa menjaganya dengan harmonis jadi upaya untuk menjaga Kebhinekaan bangsa ini," ungkap Hendris kepada Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Hendris juga menambahkan, meski ada ragam etnis pendatang yang berada di Malinau seperti etnis Bugis dan Jawa, namun begitu mereka sudah tinggal di Kabupaten Malinau mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari Malinau.

"Malinau milik semua orang, begitu orang Jawa atau orang Bugis tinggal di Malinau, dia sudah jadi orang Malinau," ujar Hendris.


Penutupan Festival Budaya Irau yang merupakan Top 100 Even Pariwisata Nasional ini diakhiri dengan beberapa tarian adat, konser musik dan puncaknya adalah pemotongan kue ulang tahun Kabupaten Malinau yang dilanjutkan dengan Pesta Kembang Api.

Agenda ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Kaltara. Oleh karena itu dalam Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur, Pemprov Kaltara mengajak tim ekspedisi APPSI untuk melihat festival budaya Irau sebagai bagian dari kekayaan dan keunggulan provinsi pemekaran terbaru ini.

Informasi lainnya dari Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur ini bisa dilihat di sini.
(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed