LRT Palembang: Mogok hingga Atap Stasiun Ambrol Diterjang Angin

LRT Palembang: Mogok hingga Atap Stasiun Ambrol Diterjang Angin

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 27 Okt 2018 22:00 WIB
Plafon stasiun LRT Palembang ambrol karena terjadinya hujan deras dan angin kencang (Foto: Istimewa)
Plafon stasiun LRT Palembang ambrol karena terjadinya hujan deras dan angin kencang (Foto: Istimewa)
Palembang - Operasional light rail transit (LRT) Palembang punya beberapa catatan sejak uji operasi pada Juli lalu. Terhitung LRT Palembang sudah mengalami tiga kali mogok.

Berdasarkan catatan detikcom, LRT sudah mulai melaju di atas jalanan Kota Palembang sejak 23 Juli. Ular besi buatan PT Inka di Madiun, Jawa Timur, itu mengalami mogok setelah dua minggu uji operasi.


Pada 1 Agustus, kereta LRT mogok untuk pertama kalinya saat akan tiba di stasiun bandara. Hari itu bertepatan dengan kegiatan sosialisasi 'Payo Naik LRT' bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ada ratusan penumpang yang ikut acara, mereka sempat tertahan 50 menit di dalam kereta.

Humas PT Inka, Exiandri BP, menyebut kereta mengalami kendala teknis karena sensor pintu aktif. Jadi, saat dalam posisi sensor aktif, kereta akan berhenti otomatis dan tidak bisa dioperasikan.


"Kendala teknis LRT terjadi pada sensor pintu yang terbaca posisi 'open', sehingga sistem keamanan (failure safe) kereta itu bekerja. Sistem keamanan ini dirancang sebagai keamanan dan mengaktifkan mode 'standby'," kata Exiandri kala itu.

LRT Palembang mulai uji operasi sejak 23 Juli laluLRT Palembang mulai uji operasi sejak 23 Juli lalu (Foto: Antara Foto)

Peristiwa mogok kedua terjadi pada Jumat (10/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Kereta berhenti di Stasiun Bandara SMB hampir 2 jam. Kereta LRT pertama di Indonesia itu disebut mengalami persoalan sinyal saat akan berangkat dari stasiun bandara menuju stasiun DJKA.


"Memang tadi sempat ada kendala saat kereta berada di stasiun bandara SMB II. Tapi kereta bukan mogok, hanya karena kendala teknis saja. Persinyalan kereta mengalami kendala," kata pejabat Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida, saat dimintai konfirmasi, Jumat (10/8).

Kereta LRT Palembang mogok ketiga kalinya saat menuju Stasiun Jakabaring. Saat itu ada dua kereta dari arah berlawanan yang mogok.


Dari pantauan detikcom, kereta mogok 2 km sebelum tiba di Stasiun Jakabaring pada Minggu (12/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Ternyata dari stasiun DJKA menuju Stasiun Jakabaring atau dari arah berlawanan, kereta juga mogok.

LRT Palembang sempat mogok dan membuat penumpang harus jalan kaki menuju stasiunLRT Palembang sempat mogok dan membuat penumpang harus jalan kaki menuju stasiun Foto: Raja Adil Siregar/detikcom

Terlihat ratusan penumpang terpaksa berjalan di atas walkway atau jalur evakuasi sejauh 2 km. Penumpang ini nekat turun karena kondisi listrik dan AC di dalam gerbong kereta mati.


Terbaru, atap Stasiun Ogan Permata Indah Mall ambrol setelah diterjang hujan deras dan angin kencang. Tak hanya atap, kaca pembatas yang tepat ada di dinding eskalator juga terlepas.

"Itu bukan atap, tapi hanya plafon yang runtuh karena diterjang angin kencang disertai hujan deras. Bisa dikatakan itu badai dan menyebabkan plafon runtuh karena angin masuk dari ventilasi," kata Kepala Proyek LRT Palembang dari PT Waskita Karya, Masudi Jauhari, Sabtu (27/10/2018).

Hujan deras dan angin kencang melanda Palembang sejak pukul 15.30 WIB. Selain stasiun, terlihat beberapa pohon di kawasan Jakabaring ikut tumbang diterjang angin.


Petugas membersihkan plafon stasiun LRT Palembang yang ambrolPetugas membersihkan plafon stasiun LRT Palembang yang ambrol (Foto: Raja Adil Siregar-detikcom)

Peristiwa ini juga mengakibatkan beberapa bagian dari venue Jakabaring Sport City rusak. Pantauan detikcom, tampak tiang listrik roboh dan menimpa toilet venue atletik. Ada juga bangunan tepat di venue dayung hancur.

Selain dua venue itu, ada pula beberapa venue yang bagian atapnya terlepas juga pagar yang terbuat beton ambruk. Puluhan pohon akasia dan sejenis yang ada di kompleks JSC juga tumbang diterjang angin. Banner dan spanduk ikut beterbangan membuat kawasan itu berantakan. (jbr/nkn)