Dosen Unhas: Tak Dilewati Patahan, Makassar Relatif Aman dari Gempa

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 26 Okt 2018 17:51 WIB
Foto: Diskusi tentang kegempaan di Makassar (Opik-detik)
Makassar - Pulau Sulawesi masuk dalam lingkaran cicin api dan dilalui 3 lempeng besar sehingga membuat pulau ini masuk dalam wilayah paling rawan gempa. Namun, khusus kota Makassar, wilayah ini dianggap relatif aman dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Makassar relatif safe. Saya bisa jamin secara scientific namun kita harus tetap waspada," ujar Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Unhas, Adi Maulana di Makassar, Sulsel, Jumat (26/10/2018).



Patahan yang terdekat dengan Makassar adalah patahan Wallanae yang melintasi Kabupaten Bone, Soppeng, dan Pinrang. Dikatakannya, potensi gempa lainnya yang bisa 'mengancam' berada di Selat Makassar yang berdekatan dengan wilayah Majene, Sulbar.

"Karena Makassar bukan di jalur gempa, tapi dia tidak aman karena bisa saja terjadi di Walane dan cukup besar, getarannya pasti akan dirasa," terangnya.

"Tapi kalau untuk gempa seperti Palu kemarin, kita Insya Allah tidak seperti itu. karena kita bukan di jalur patahan," imbuhnya.



Yang harus diwaspadai oleh Makassar, lanjut Adi, adalah dampak getaran dari gempa yang terjadi. Kewaspadaan ini khususnya pada pondasi bangunan-bangunan yang ada di Makassar.

Berikut beberapa gempa besar yang pernah terjadi di wilayah Sulsel:

1. Gempa Bulukumba tanggal 29 Desember 1828, intensitasnya VIII-IX MMI

2. Gempa Tinambung tanggal 11 April 1967, kedalaman 33 km dengan kekuatan 5,3 SR

3. Gempa Majene tanggal 23 Februari 1969, kekuatan 6,9 SR

4. Gempa Mamuju tanggal 6 September 1972, kekuatan 5,8 SR

5. Gempa Mamuju tanggal 8 Jamuari 1984, kekuatan 6,6 SR

6. Gempa Ulaweng tanggal 8 April 1993, kekuatan 5,5 SR

7. Gempa Pinrang 28 September 1997, kekuatan 6 SR

8. Gempa Sorowako tanggal 15 Februari 2011, kekuatan 6,1 SR


(fiq/rvk)