detikNews
Jumat 26 Oktober 2018, 11:40 WIB

Bawaslu DKI Putuskan Videotron Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

Eva Safitri - detikNews
Bawaslu DKI Putuskan Videotron Jokowi-Maruf Langgar Aturan Foto: Sidang putusan Bawaslu DKI soal videotron Jokowi-Ma'ruf (Eva Savitri/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI memutuskan pemasangan videotron yang menampilkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, melanggar administrasi Pemilu. Tayangan videotron juga diminta dihentikan.

Sidang putusan digelar di Aula Kantor Bawaslu DKI, Jalan Danau Agung 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pihak terlapor ataupun yang mewakili tidak hadir dalam persidangan.

"Menyatakan pemasangan alat peraga kampanye berupa videotron yang memuat pasangan calon nomor 01 di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Taman Tugu Tani Jakarta Pusat, Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat, Jalan Gunung Sahari Raya Jakarta Pusat, berada pada tempat yang dilarang pada SK KPU Provinsi DKI Jakarta nomor 175/PL.01.5-KPT/31/Prov/IX/2018 tentang Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Provinsi DKI Jakarta dalam Pemilu Tahun 2019 adalah merupakan pelanggaran administrasi pemilu terhadap tata cara dan prosedur dan mekanisme administrasi pelaksanaan pemilu," ujar Ketua Majelis Hakim, Puadi dalam sidang, Jumat (26/10/2018).



Selanjutnya, Bawaslu memerintahkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta juga kepada pemilik videotron untuk menghentikan penayangan videotron. Pemilik videotron dilarang menayangkan materi kampanye itu lagi.

"Memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta kepada pemilik videotron untuk menghentikan penayangan videtron yang memuat pasangan calon nomor urut 01 serta mengingatkan pemilik videotron untuk tidak menayangkan kembali materi kampanye pemilu di lokasi yang dilarang," ucapnya.



Sebelumnya, Sahroni melaporkan Jokowi-Ma'ruf terkait dugaan pelanggaran administrasi pemilu. Jokowi-Ma'ruf diduga berkampanye di iklan sukseskan Asian Para Games dalam videotron.

Sahroni menemukan tayangan itu di 15 titik videotron. Titik tersebut merupakan titik yang dilarang oleh KPU berdasarkan surat keputusan KPU nomor 175 tentang lokasi alat peraga kampanye yang dilarang.


Simak Juga 'Jokowi Kampanye Pakai Videotron, Prabowo Juga Pengin':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed