DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 17:49 WIB

Prabowo Ingin Jemput Habib Rizieq, FPI: Sesuai Pakta Integritas

Jabbar Ramdhani - detikNews
Prabowo Ingin Jemput Habib Rizieq, FPI: Sesuai Pakta Integritas Foto: Momen pertemuan Habib Rizieq-Amien Rais dan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu (istimewa)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto ingin Habib Rizieq Syihab kembali ke Indonesia sebelum digelarnya Pilpres 2019. Prabowo bahkan bersedia menjemput Rizieq demi mempercepat kepulangan Imam Besar FPI itu.

Terkait wacana ini, FPI bersyukur dan berharap rencana tersebut diwujudkan. "Alhamdulillah semoga terwujud," kata juru bicara FPI Slamet Maarif lewat pesan singkat, Selasa (23/10/2018).


Slamet mengatakan kepulangan Rizieq ini ada dalam salah satu poin Pakta Integritas yang disodorkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U). Pakta Integritas tersebut ditandatangani Prabowo dalam Ijtimak Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

"Kan ada di Pakta Integritas," ucap dia.


Terkait perkiraan waktu kepulangan Rizieq, Slamet mengatakan hal itu baru akan diumumkan pada reuni 212 nanti. Saat itu Rizieq yang akan langsung mengumumkan waktu kepulangan ke Tanah Air.

"Belum bisa dipastikan semoga pada acara reuni 212 beliau akan umumkan sendiri keputusannya," tuturnya.


Sebelumnya diberitakan, Prabowo menyampaikan hal ini dalam Hari Santri Nasional sekaligus milad Front Santri Indonesia ke-1 yang digelar FPI di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10) malam.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mendoakan kesehatan Habib Rizieq. Dia berharap Habib Rizieq Syihab dapat segera kembali ke Tanah Air sebelum Pilpres 2019 digelar.


"Kalau bisa, Habib Rizieq sebelum saya terpilih bisa kembali. Kalau tidak, saya yang akan jemput beliau," ujar Prabowo di Lapangan Masjid Amaliyah, Bogor, Jawa Barat, seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (23/10/2018).

Habib Rizieq sebelumnya dicekal di Arab Saudi saat hendak bepergian ke Malaysia. Rizeq mengatakan menghormati pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad Al-Syu'aiby. Tapi Rizieq meminta agar pencegahan itu dicabut, karena dinilai akan merugikan secara finansial karena denda yang besar.


"Itu akan kena denda besar sekaligus kena sanksi blacklist sehingga nggak boleh ke Arab Saudi dalam beberapa tahun ke depan," kata Rizieq, Sabtu (29/9).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan ada cara agar Rizieq terhindar dari denda dan blacklist tersebut. "Sebenarnya bisa tanpa denda dan blacklist, yaitu ketika ada program amnesti keimigrasian," ujar Agus kepada detikcom, Senin (01/10).


Saksikan juga video 'Habib Rizieq Dicegah, Wiranto: Tak Bisa Dikaitkan Kebijakan Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed