DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 13:03 WIB

Cerita Porter Saat Gestur Hormat: Penumpang Senyum-Acungkan Jempol

Azizah Rizki - detikNews
Cerita Porter Saat Gestur Hormat: Penumpang Senyum-Acungkan Jempol Porter dan Pegawai PT KAI menunduk saat kereta berangkat (Foto: Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Gestur penghormatan dari petugas PT KAI dengan sedikit membungkukkan badan ke arah kereta yang berangkat menjadi perdebatan. Meski begitu, porter di Stasiun Gambir mengaku kerap melihat penumpang merespon gerakan itu dengan positif.

"Justru ketika kita penghormatan, dari dalam (kereta) ada yang manggut, ada yang senyum. Saya suka lihat begitu. Ada yang ngacungkan jempol, gitu," kata salah satu porter bernama Abdul Manan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).



Menurut Manan, reaksi penumpang itu menunjukkan bahwa mereka juga merasa berterima kasih dengan pelayanan PT KAI. Baginya, gestur penghormatan itu ia lakukan dari hati sebagai bentuk penghargaan kepada penumpang.

"Dari hati nurani, karena dengan cara seperti ini ya kita menunjukkan terima kasih sama penumpang," ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Manan, Koordinator Porter Stasiun Gambir bernama Saman mengaku juga pernah melihat penumpang menganggukkan kepala dan melambaikan tangan ke arah petugas dari dalam kereta. Ia sering menerima respon itu dari penumpang kereta Argo Parahyangan tujuan Bandung.

Porter dan pegawai KAI menunduk saat kereta berangkat / Porter dan pegawai KAI menunduk saat kereta berangkat / Foto: Azizah Rizki/detikcom


Menurut Saman, gerakan membungkuk ini bukanlah suatu bentuk merendahkan dirinya sebagai manusia. Ia justru berterima kasih kepada penumpang yang menggunakan jasa kereta api.

"Membungkuk itu buat penghormatan bagi penumpang aja. Tidak ada motif apa-apa, cuma kita merasa apa ya, merasa terima kasih kepada penumpang-penumpang yang percaya pada PT Kereta Api," ujar Manan.

"Ya kalau merendahkan itu mungkin cuma orang lain ya mbak ya, kalau dari sini ya nggak ada merendahkan lah. Penumpang itu kan termasuk raja gitu lho hehehe," imbuhnya sembari tersenyum.



Saman menuturkan ia tidak keberatan dengan aturan penghormatan ini. Menurutnya, hal itu ia lakukan dengan tulus dan tidak pernah ada paksaan dari petugas stasiun untuk melakukannya.

"Iya, nggak masalah. Nggak ada teguran, nggak ada apa. Nggak merasa berat. Kita yang ngangkat aja, yang lagi kerja, silakan kerja. Yang kerja ya kerja, yang ngangkat ya ngangkat, yang penghormatan ya penghormatan," jelas Saman.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed