DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 12:03 WIB

Bobol Kas Rp 15 Miliar, Ketua Lembaga Kredit Adat Bali Ditahan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bobol Kas Rp 15 Miliar, Ketua Lembaga Kredit Adat Bali Ditahan Foto: Ketua Lembaga Adat Bali ditahan (dita/detikcom)
Denpasar - Ketua Lembaga Perkreditan Daerah (LPD) Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali nonaktif I Made Ladra jadi tersangka tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Modus yang dilakukan tersangka yaitu memalsukan dokumen hingga membuat penggelapan gaji karyawan.

"Subdit Tindak Pidana Korupsi Polda Bali telah melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi yang terjadi di desa adat Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 15.352.059.425," kata Wadir Krimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan saat jumpa pers di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Selasa (23/10/2018).


Ruddi menambahkan perbuatan tersangka telah banyak merugikan masyarakat Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Aneka modus yang digunakan tersangka di antaranya membuat pinjaman fiktif, membuat tabungan fiktif dalam sistem keuangan LPD Kapal, serta melunasi pinjaman pribadi dan keluarganya dengan menggunakan uang fiktif.

"Tersangka juga melunasi pinjaman yang dibuat olehnya yang berasal dari penggelapan dana oleh kolektor, menggelapkan gaji karyawan, menggelapkan uang debitur/menggelembungkan kredit, dan menarik uang tabungan nasabah. Yang dirugikan masyarakat Kabupaten Badung, khususnya Kecamatan Mengwi," terangnya.

Dia menambahkan kasus ini berawal pada pertengahan 2016 lalu. Saat itu beberapa nasabah mulai gelisah karena tidak bisa menarik dananya.

"Pelaku hampir menjabat sebagai Ketua LPD selama 20 tahun. Awalnya LPD cukup bagus, sehat hingga terjadi crush beberapa nasabah ingin menarik dananya tidak ada. Ini total nasabah hampir 500 orang lebih dan ada juga yang berasal dari luar Desa Adat," terangnya.

Kasubdit Tipikor AKBP Ida Putu Wedanajati menambahkan dana hasil korupsi tersangka digunakan untuk membeli sejumlah aset. Aset-aset tersebut berupa rumah, tanah, kavling hingga kendaraan.

"Aset yang disita kalau kita akumulasikan lebih kurang hampir Rp 7 miliar. Aset tersebut ada di wilayah Mengwi, Kabupaten Badung, dan Tabanan," ujar Putu Wedanajati di lokasi yang sama.

Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 60 saksi terkait kasus korupsi yang melibatkan Ketua LPD Desa Adat Kapal nonaktif ini. Kepada tersangka polisi juga menetapkan pasal pencucian uang dan pasal turut serta.

"Kepada tersangka selain undang-undang tipikor kami lapisi dengan undang-undang pencucian uang. Kami akan terus megnembangkan penyidikan terhadap tersangka, sebab tindak pidana korupsi itu pasti berjemaah maka kita berikan pasal 55," sambungnya.

Atas perbuatannya tersangka disangkakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3, atau pasal 8 juncto pasal 18 ayat 1 UU Tipikor dan atau pasal 3 juncto pasal 77 pasal 78 UU TPPU.
(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed