"Yang lain juga keliling dan berbuat untuk warga. Hanya saja, tidak memakai fasilitas negara. Makanya, tidak begitu kelihatan," kata Wasekjen PAN Saleh Daulay kepada wartawan, Minggu (21/10/2018).
"Kalau mau jujur, berbuat tanpa publikasi luas jauh lebih ikhlas. Ini yang mesti diperhatikan. Biar tidak salah persepsi dan penilaian," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin Pak Jokowi merasa selalu mendekati warga. Karena memang, dia selalu keliling dengan fasilitas kenegaraan. Dan itu diliput media selama 24 jam non-stop. Jadi wajar kelihatan seolah-olah hanya dia yang dekat dengan warga," ujar Saleh.
Ia pun mengaku tak merasa tersindir dengan pernyataan Jokowi itu. Saleh menegaskan selama empat tahun terakhir banyak aktivitas yang digelar bersama rakyat.
"Itu pernyataan retoris. Tanpa diungkapkan, semua pasti membenarkan. Faktanya, kami tidak hanya mendekati warga hanya menjelang pilpres dan pileg. Sepanjang empat tahun terakhir ini ada banyak aktivitas yang dilakukan bersama warga," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi bicara soal kedekatan antara tokoh politik dengan masyarakat. Dia menyinggung jangan hanya dalam momentum Pilpres dan Pileg, tokoh politik baru mendekat ke masyarakat.
"Jangan hanya pas mau Pilpres, pas mau Pileg dekat-dekat dengan rakyat. Hati-hati, masyarakat sekarang melihat itu," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (tsa/mae)











































