Warga Gianyar Ajukan 'Hak Paten' Kerajinan Perak Desa Celuk

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 19 Okt 2018 14:46 WIB
Gianyar - Ke Bali, kurang lengkap kalau tidak belanja perhiasan ke Desa Celuk. Nah, Warga Gianyar, Bali sedang mengajukan hak paten kerajinan perak dan emas Celuk. Proses mendapatkan Hak Indikasi Geografis itu sedang diproses Kemenkumham.

"Kerajinan Perak dan Emas Celuk Gianyar Bali telah diproduksi oleh masyarakat Anggaluh (pengrajin logam sebagai aksesoris) Desa Celuk, Sukawati, Gianyar, Bali secara turun-temurun sejak awal abad ke-20 hingga saat ini," demikian bunyi berkas permohonan tersebut sebagaimana dikutip dari website Kemenkumham, Jumat (19/10/2018).

Permohonoan Indikasi Geografis Kerajinan Perak dan Emas Celuk Gianyar Bali diajukan oleh Celuk Design Center (CDC) yang merupakan gerakan masyarakat yang berada di Desa Celuk. Permohonan ini bertujuan menjadikan daerah tersebut memiliki ciri khas dengan kerajinan perak dan emasnya.

"Jenis barang yang dimohonkan perlindungan Indikasi Geografis adalah kerajinan emas dan perak," ujarnya.


Karakteristik dalam desain kerajinan ini adalah penggunaan Jawan sebagai motif dasar kerajinan perhiasan Celuk yang merupakan komponen motif yang terbuat dari bahan material perak berbentuk bola-bola dengan berbagai variasi ukuran. Motif desain khas nya adalah motif Jawan, motif Bun, motif Buah Gonda, dan motif Liman Paya.

"Standar yang diperkenankan dalam produksi kerajinan tersebut adalah penggunaan perak berkadar 92,5 persen (dengan campuran tembaga) dan emas berkadar 18 hingga 22 karat, sehingga produk memiliki mutu yang tinggi," paparnya.


Proses produksi yang digunakan berupa teknik peleburan, teknik pembuatan plat, teknik pembuatan Jawan, dan teknik Bun-Bunan . Pengawasan terhadap kualitas, mutu logam, dan motif dilakukan dengan cara inventarisasi berdasarkan jenis, kelompok, fungsi, bentuk, volume , dan teknik produksinya .

"Inventarisasi tersebut bukan ciri dan produk perseorangan tapi bersifat komunal dan
juga dilakukan dengan metode deskriptif beserta dengan foto-foto produknya. Hal tersebut untuk menghindari penggunaan tanpa hak dan untuk mendukung pelestarian budaya dan usaha Kerajinan Perak dan Emas Celuk Gianyar Bali sebagai identitas Desa Celuk," pungkasnya.

Apabila permohonan itu dikabulkan, maka warga Celuk dilindungi secara hukum. Tempat lain dilarang menjual perhiasan perak dan emas dengan mengaku-aku hasil produksi Celuk. Bila tetap ngotot, maka ancaman pidana menanti. (asp/rvk)