Kemensos Dampingi Bocah Pengungsi Palu yang Dicabuli ABG

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 18 Okt 2018 20:43 WIB
Foto: Gedung P2TP2A Makassar (Ibnu Munsir-detikcom)
Lombok - Kementerian Sosial (Kemensos) menyayangkan terjadinya pencabulan yang dilakukan remaja di Makassar terhadap bocah pengungsi dari Palu. Peristiwa itu terjadi karena kurangnya pengawasan.

"Iya memang (pencabulan) sangat disayangkan, sebetulnya bukan di Palu tapi anak dari Palu ke Makassar kurang pengawasan. Dan kebetulan di sana satu pelaku juga yang memiliki perilaku yang tidak diharapkan, maka terjadi seperti itu," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Edi Suharto, kepada wartawan di lapangan Tanjung, Pamenang, Lombok Utara, Kamis (18/10/2018).


Edi mengatakan pihaknya melalui pekerja sosial (peksos) dan lembaga-lembaga internasional telah merespons kasus itu. Saat ini pelaku sudah ditangkap. Kemensos melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis korban.

"Terutama mengawasi masalah masalah yang dihadapi oleh korban dan termasuk pendampingan pendampingan sosial yang tentu saja memberikan bantuan bantuan psycho sosial," ucap Edi.


Sebelumnya diketahui, bocah perempuan usia 7 tahun yang juga pengungsi gempa Palu, dicabuli ABG laki-laki 14 tahun di Makassar. Saat ini pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di PPA Polrestabes Makasar.

Sementara bocah tersebut kondisinya sudah membaik dan ditempatkan di safe house untuk pendampingan. Dari pantauan detikcom, korban masih ditangani orang tuanya dan tim psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar di dalam sebuah ruangan. (jbr/jbr)