DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 17:38 WIB

Gerakan Emas Prabowo Tak Hanya Susu, Ada Juga Program Keluarga Angkat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Gerakan Emas Prabowo Tak Hanya Susu, Ada Juga Program Keluarga Angkat Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menawarkan Gerakan Emas sebagai pengganti Revolusi Putih yang berfokus pada pemberian susu bagi ibu dan anak. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menjelaskan, pemberian susu hanyalah tahap awal dari gerakan yang melibatkan masyarakat itu.

"Ada yang disebut namanya tahapan dalam satu gerakan dan itu biasa. Nah ini tahapan awal tentu penyediaan protein itu. Kemudian nanti kita kan punya banyak relawan," ujar Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzhar Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).


Dahnil menerangkan, nantinya Gerakan Emas akan melibatkan relawan yang berasal dari masyarakat yang mampu secara intelektual dan keuangan. Selain ikut menyediakan asupan protein bagi ibu dan anak, relawan tersebut, katanya, juga akan memberikan edukasi terhadap pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi yang cukup dan pembinaan-pembinaan jangka panjang.

"Jadi fokusnya begini, jadi selama ini program-program pemerintah berhenti pada program-program seporadis kemudian kehilangan kontinuitas keberlanjutan. Kita ingin membangun keberlanjutan dalam jangka panjang, artinya relawan kemudian masyarakat yang mampu misalnya itu menjadi pendamping dari masyarakat-masyarakat yang rentan dengan stunting problem ini. Jadi kita ingin mendorong masyarakat yang mampu menjadi partner jadi tidak sekedar membangun kebijakan melalui fiskal, melalui APBN nanti kalau kami memerintah. Tapi juga kemudian dia menjadi kesadaran kolektif, jadi gerakan kebangsaan, gerakan sosial," paparnya.


Dengan begitu, kata Dahnil, pemberian susu dan protein akan menjadi pintu masuk para relawan untuk bergerak lebih jauh. Nantinya, relawan Gerakan Emas akan secara intens dan masif melakukan pendampingan pada keluarga miskin.

"Kalau dulu koperasi itu ada bapak angkat, nah sekarang bahkan nanti ada keluarga, relawan-relawan yang berasal dari orang-orang mampu, mampu secara intelektual, mampu secara keuangan itu juga bisa menjadi saudara yang memberikan edukasi. Jadi basis kita gerakan ini kan sudah dimulai oleh Pak Prabowo melalui partainya tapi akan diperluas menjadi suatu gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat," kata Dahnil.


Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu juga menjelaskan, Gerakan Emas nantinya juga tidak hanya sekedar sebuah gerakan gotong royong. Gerakan Emas juga akan diperluas menjadi sebuah kebijakan utama dalam pemerintahan Prabowo-Sandi jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

"Menjadi salah satu kebijakan utama untuk mengatasi stunting growth, dan masalah sosial yang lainnya. Jadi tahapannya gitu. Awalnya revolusi putih berhenti pada susu, kemudian menjadi gerakan gotong royong, saling bersaudara, kemudian ketika Pak Prabowo jadi presiden akan jadi kebijakan," ujarnya.

Dahnil juga membeberkan alasan mengapa Prabowo-Sandi fokus pada pemberian asupan protein pada ibu dan anak. Sebab, dalam membangun Indonesia, yang terpenting adalah melakukan perubahan mental bangsa.

"Kalau kemudian kita mulai dengan membangun infrastruktur, tapi tidak membangun kebiasaan baru, kebudayaan tentu akan menjadi problem. Banyak infrastruktur tapi kemudian lupa mempersiapkan masyarakat yang siap menggunakan infrastruktur itu. Jadi yang dibangun tentu adalah melalui relawan ini, melalui orang-orang yang saya sebut sebagai pendamping dalam memberikan edukasi," kata Dahnil.


Selain itu, ditegaskan Dahnil, Gerakan Emas dibuat untuk menjawab ketidakcakapan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan stunting growth di Indonesia. Gerakan Emas sebagai solusi ancaman masalah intelektual dan produktifitas kepada generasi muda di masa depan.

"Oleh sebab itu orientasi kebijakan Prabowo-Sandi itu akan fokus pada bagaimana pembangunan itu tidak rabun jauh. Maksudnya tidak absen dengan masa depan. Misalnya dalam bidang ekonomi kebijakan ditopang dengan kebijakan hutan itu artinya kita mewariskan beban hutan di masa depan. Kepada siapa? Ke anak cucu kita. Nah Pak Prabowo tidak mau membuat kebijakan rabun jauh seperti itu. Kan kebijakan rabun jauh itu artinya mau menambah konsumsi pada eranya tapi meninggalkan beban di anak cucu," tutur Dahnil.

"Jadi visi besarnya kenapa salah satu fokus kita adalah kebijakan terhadap anak-anak balita dan ibu-ibu. Kenapa, karena visi besarnya itu pembangunan ekonomi atau holistik yang tidak rabun jauh. Pembangunan yang pro masa depan. Bukan hanya pembangunan yang enak sekarang tapi menyisakan beban di masa depan. Jadi Gerakan Emas itu kebijakan pro masa depan. Kebijakan yang nggak rabun jauh," sambungnya.



Tonton juga 'Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Tim Jokowi Serang Balik':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed