DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 14:45 WIB

Indonesia-Palestina Teken Kerja Sama Pembentukan Forum Komisi Bilateral

Nur Azizah Risky - detikNews
Indonesia-Palestina Teken Kerja Sama Pembentukan Forum Komisi Bilateral Foto ilustrasi: Bendera Palestina (Anadolu Agency)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki. Pertemuan tersebut dalam rangka konsultasi bilateral kedua negara.

"Baru saja saya dan teman baik saya, Menteri Luar Negeri Riyad al Maliki, melakukan konsultasi bilateral antara Indonesia dan Palestina. Konsultasi bilateral ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan antara Indonesia dan Palestina sejak pembukaan hubungan diplomatik hampir 30 tahun yang lalu," ujar Retno di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Dalam konsultasi bilateral ini, kedua menteri luar negeri membahas beberapa hal terkait dengan hubungan bilateral kedua negara. Selain dukungan politik, Indonesia terus berusaha memberikan kontribusi konkret bagi rakyat Palestina, antara lain pemerintah Indonesia telah menyampaikan komitmen meningkatkan kontribusi dan signifikansi pada UNRWA.


"Yang kedua, pemerintah Indonesia juga berkontribusi untuk kerja sama capacity building sebesar USD 2 juta untuk masa 3 tahun ke depan. Ketiga adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah memberikan bantuan dana kepada UNRWA (badan PBB untuk membantu pengungsi) dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) untuk pengungsi Palestina. Ini merupakan inovasi pertama di mana zakat disalurkan untuk para pengungsi, dalam hal ini adalah pengungsi Palestina," jelas Retno.

Terkait dengan capacity building, Forum Rektor dan Universitas Padjajaran memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Palestina. Beasiswa pendidikan penerbang bagi siswa Palestina di sekolah penerbang Indonesia saat ini juga sedang dalam proses untuk dapat segera diimplementasikan. Selain itu, Indonesia melalui Badan POM memberikan pelatihan dalam bidang obat dan makanan yang saat ini sedang berlangsung.

Retno mencatat sejauh ini sudah hampir 2.000 warga Palestina yang mendapatkan program peningkatan kapasitas (capacity building) untuk 17 program yang dilakukan pemerintah Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir, bantuan Indonesia untuk rakyat Palestina mencapai sekitar USD 629 ribu atau Rp 10 miliar. Indonesia juga memberikan bantuan beras sebanyak 2.000 ton dan pengadaan obat-obatan senilai USD 700 ribu.


"Untuk mendorong kegiatan ekonomi Palestina, Indonesia telah mengimplementasikan penerapan pajak 0% bagi produk unggulan Palestina, yaitu kurma dan minyak zaitun. Kita berharap kebijakan ini juga akan diikuti oleh negara lainnya sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi produktif di Palestina," imbuhnya.

Disampaikan Retno, hasil dari pertemuan bilateral ini adalah Indonesia dan Palestina sudah menandatangani MoU pembentukan forum komisi bilateral Indonesia dan Palestina. Ia berharap penandatanganan MoU ini dapat mendorong peningkatan kerja sama kedua negara.


Menlu Palestina Riyad al Maliki menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah dan rakyat Indonesia yang terus-menerus untuk Palestina. Maliki menyebut pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat bersahabat.

"Saya harus mengakui bahwa pertemuan yang baru saja dilakukan adalah pertemuan yang sangat bersahabat di antara kedua negara yang bersaudara. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia untuk semua dukungan dan usaha yang telah diberikan kepada kami selama bertahun-tahun. Dan kami sangat mengapresiasi itu," ujar Maliki.


Saksikan juga video 'Jurus Israel Merayu Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed