DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 19:20 WIB

BMKG Prediksi Sejumlah Daerah di Sulteng Rawan Banjir Bandang

Arief Ikhsanudin - detikNews
BMKG Prediksi Sejumlah Daerah di Sulteng Rawan Banjir Bandang Foto: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah)/ (Arief-detik)
Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa daerah akan rawan banjir bandang dalam satu minggu ke depan, termasuk Palu, Sulawesi Tengah. Hal ini terjadi karena curah hujan di lokasi tersebut tergolong ekstrim.

"Wilayah banjir bandang yaitu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua," ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Angkasa 1, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018).

Palu memiliki kondisi geografis yang rawan banjir bandang. Hal ini mengingat daerah Palu adalah hilir dari sungai yang mengalir di pegunungan tektonik aktif.



"Ini harus ada inspeksi segera, benarkan, biasanya di hulu, dan tebing sangat rawan longsor. Ada potensi longsor, dan bisa saja apabila banyak longsor di atas, bisa sumbat sungai di atas dan potensi banjir bandang," ucap Dwikoerita.

Masyarakat di daerah yang dinyatakan rawan banjir bandang harus waspada. Ada beberapa hal yang menjadi tanda akan terjadi banjir bandang.



"Pertama, air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, bahkan disertai ranting-ranting kayu. Kedua, bahkan disertai kenaikan muka air sungai sekitar 10 sampai 20 cm. Ketiga, cuaca di pegunungan atau perbukitan hulu sungai terlihat mendung atau berawan," ucap Dwikorita.

Dwikorita mengingatkan, banjir bandang terjadi bukan karena ada hujan di daerah hilir, tapi hujan di daerah hulu. Untuk itu, perlu ada kewaspadaan dari masyarakat di aliran hilir sungai.

"Satu tanda saja, segera keluar dari lembah sungai meski tidak ada hujan. Karena banjir bandang sangat cepat, hanya beberapa detik," kata Dwikorita.

Sementara itu, di Jawa memang ada beberapa daerah rawan banjir bandang. Namun, Pulau Jawa belum dikatakan rawan karena belum terjadi curah hujan ekstrim.

"Dulu di Garut (Jawa Barat), Jawa Tengah, Brebes; Jawa Timur di Jember. Hanya, terjadi jika ada pemicu. Itu daerah rawan, belum terjadi karena memicu. Ini menunggu curah hujan ekstrim," ucap Dwikorita.

Kepada daerah-daerah di Jawa, Dwikorita meminta tetap waspada. "Curah hujan ekstrim seminggu kedepan tidak terjadi di Jawa. Tetapi, waspada sambil menunggu informasi cuaca," kata Dwikorita.


(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed