Australia Kirimkan Tim Pemadam Kebakaran Ke Riau
Jumat, 19 Agu 2005 19:35 WIB
Pekanbaru - Kesulitan mengatasi kebakaran hutan, Wapres Jusuf Kalla meminta bantuan tim pemadam kebakaran Australia untuk membantu menangani kebakaran hutan di Riau. Tim pemadam kebakaran Australia-Emergency Management Australia (EMA) tiba di Riau, Jumat (19/08/2005) di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru.Tim EMA ini terdiri dari 8 personil dengan ketua delegasi, Mr Marthen Smith dan dibantu satu utusan atase militer Asutralia, Mr Mayor Firgus MC Farlane. Kedatangan EMA ini akan meninjau sejumlah lokasi titik api yang menyebar di sejumlah kawasan di Riau.Dalam acara jumpa pers, di Aula TNI AU, Pekanbaru, Marthen Smith mengatakan, bahwa timnya selama ini merupakan tim penanggulangan bencana alam di Australia. Pihaknya sudah berpengalaman selama 15 tahun dalam menangani berbagai kasus kebakaran hutan di Australia."Namun kondisi yang kami lihat di Indonesia medannya sangat berbeda. Karena itu, kehadiran kami di sini, pada tahap awal hanya melakukan obeservasi kelapangan dalam tiga hari kedepan. Hasil temuan di lapangan itu, nantinya akan kami laporkan kepada pemerintah Australia," kata Smith.Hasil observasi itu, lanjutnya, akan menjadi bahan pertimbangan untuk tim Australia, untuk menentukan tekhonologi yang paling tepat mengatasai kebakaran lahan tersebut. Karena itu, tim akan mempelajari situasi alam yang ada di Riau."Karena alam kita yang berbeda, hasil obersevasi kami nantinya akan menentukan teknologi apa yang paling tepat untuk memadamkan api di Indonesia. Dari hasil itu, nantinya kami akan mengirimkan teknologi sesuai kondisi di lapangan," katanya.Sedangkan tim Bakornas, Hery Harianto dalam kesempatan yang sama mengatakan, bahwa kedatangan tim Australia ini merupakan permintaan dari Wakil Presiden RI. Hal ini dimungkinkan, karena sudah ada kerjasama sebelumnya dengan pemerintah Australia."Kedatangan saya ke Riau ini untuk mendampingi tim Australia yang akan melakukan obervasi untuk menentukan teknologi apa yang mesti dipakai dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan," kata Hery.Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Wan Abu Bakar juga mengatakan, pihaknya jauh hari sebelumnya sudah waspda akan terjadi kebakaran lahan. Hanya saja, tim pemadam kebakaran lahan dan hutan di Riau kekurangan peralatan sebagai penunjang untuk memadamkan api."Sebenarnya dalam memadamkan dari aktivitas pembukaan lahan di Riau ini, tim kita hanya kekurangan perlatan saja. Kondisi itulah, yang membuat tim pemadam kita tidak mampu mengatasi secara cepat kebakaran yang terjadi. Maklum peralatan kita sangat tidak memadai," jelas Wan.
(ddn/)











































