SBY Khawatirkan Reformasi PBB
Jumat, 19 Agu 2005 14:15 WIB
Jakarta - Momen reformasi di Indonesia sudah tujuh tahun silam. Banyak pihak merasa prihatin atas reformasi yang kebablasan. Nah, bagaimana reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)? Ternyata juga mengkhawatirkan!"Janganlah hanya ditekankan pada reformasi dan perluasan Dewan Keamanan PBB saja," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan Foreign Policy Breakfast dalam peringatan HUT ke-60 Departemen Luar Negeri (Deplu) di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2005).Presiden menyarankan, sebaiknya reformasi di badan dunia itu lebih ke arah pemberantasan kemiskinan. "Sebaiknya bagaimana membangun kerja sama untuk mengurangi kemiskinan, keterbelakangan dan ketidakadilan," pinta Presiden. Menurut Presiden, itulah sebenarnya sasaran utama yang seharusnya diraih. "Itulah tujuan dari milienum development goals yang harus kita capai," ujar Presiden seraya memberikan jalan keluar. Presiden mengungkapkan, pertemuan pemimpin dunia di PBB pada September mendatang sebaiknya membahas kepentingan negara-negara yang memerlukan, bukan membahas Dewan Kemanan. "Saya khawatir, pertemuan itu hanya akan membahas reformasi Dewan Kemanaan bukan kepentingan dan kepedulian terhadap negara-negara yang membutuhkan," lanjut Presiden.
(ism/)











































