DetikNews
Kamis 04 Oktober 2018, 12:42 WIB

Soal Kebohongan Ratna, Timses Jokowi: Tidak Cukup Hanya Minta Maaf

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Soal Kebohongan Ratna, Timses Jokowi: Tidak Cukup Hanya Minta Maaf Wakil Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto (pertama dari kiri) bicara soal kebohongan Ratna Sarumpaet. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut kasus kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak selesai hanya dengan meminta maaf. TKN meminta harus ada komitmen khusus agar tidak ada penyebaran hoax.

"Ini bagi kami tidak cukup selesai dengan sebuah permintaan maaf, tetapi harus disertai dengan komitmen yang sungguh-sungguh agar seluruh jajaran tim kampanye, terutama tim kampanye Pak Prabowo-Sandiaga untuk tidak lagi mengeksploitir aspek-aspek kemanusiaan pada saat bangsa ini menghadapi bencana alam tersebut," kata Wakil Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).


Sekjen PDI Perjuangan itu mengatakan hal ini sebagai pelajaran juga bagi TKN Jokowi-Ma'ruf. TKN Jokowi-Ma'ruf disebutnya sedang melakukan kajian untuk melakukan tindakan hukum terkait kebohongan itu.

"Laporan Bawaslu sudah kami siapkan karena ini bagian dari proses politik dan juga upaya menjaga secara hukum agar apa yang dikomitmenkan pasangan calon dan tim kampanye dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya," kata Hasto.

Hasto menyebut secepatnya akan melapor ke Bawaslu. TKN berharap Bawaslu dapat menjadi hakim yang baik dalam kasus itu.


Hasto juga menyinggung masyarakat yang menanggapi kasus itu dengan amarah dan menyudutkan tanpa mengklarifikasi kebenarannya. Dia juga mengingatkan ucapan Presiden Joko Widodo saat mengambil nomor urut di KPU agar menghindari hoax.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Meutya Hafid merasa menjadi korban kebohongan itu. Menurutnya, seharusnya perempuan harus berjuang meningkatkan harkat dan martabat.

"Saya hadir mendampingi Mas Hasto sebagai salah satu politisi perempuan dan yang paling menyakitkan dari apa yang kita saksikan adalah bagaimana perempuan kembali menjadi korban dan kali ini dalam narasi kebohongan publik," kata Meutya.



Saksikan juga video 'Prabowo: Saya Tak Merasa Salah, Hanya Grusa-grusu':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed