ADVERTISEMENT

Hoax Ratna Sarumpaet, PDIP: Jangan Ada Setan Kekuasaan karena Ambisi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 04 Okt 2018 09:31 WIB
Hasto Kristiyanto. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya meminta maaf setelah salah satu juru kampanyenya yang akhirnya dipecat, Ratna Sarumpaet, mengaku bikin hoax penganiayaan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan capres nomor urut 01 yang mereka usung, Joko Widodo (Jokowi), selalu jadi target fitnah.

"Selama ini Pak Jokowi menjadi obyek serangan fitnah karena ketidakmampuan mereka membangun narasi kinerja dan rekam jejak positif," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (4/10/2018).



Menurut Hasto, apa yang dibuat oleh Ratna adalah sebuah narasi kebohongan yang diawali oleh pertemuan dengan Waketum Gerindra Fadli Zon. Narasi itu, kata Hasto, lantas diperkuat lagi dengan pertemuan Ratna bersama Prabowo Subianto, Amien Rais, dan Fadli Zon.

"Saya masih ingat betul, saat itu Pak Prabowo mengatakan bahwa RS sangat ketakutan, sangat traumatize. 'Apa yang terjadi merupakan tindakan represif, tindakan yang di luar kepatutan. Tindakan pelanggaran HAM, dan bahkan suatu tindakan pengecut yang terjadi terhadap ibu-ibu usianya mungkin sudah 70'. Luar biasa," tutur Hasto seraya mengutip pernyataan Prabowo.

Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut berharap hoax ini jadi yang terakhir dalam kontestasi politik Pilpres 2019. Dia mengajak semua pihak membangun politik yang beradab.

"Kita semua yang mendambakan pemilu yang demokratis dan berkeadaban harus bergandengan tangan menolak fitnah dan kampanye hitam. Apa yang disampaikan Pak Prabowo pada tanggal 3 Oktober 2018, di mana narasi penganiayaan RS sebagai pintu masuk serangan ke Pak Jokowi tidak boleh terjadi lagi," ujar Hasto.



Dia lantas mengingatkan kubu rivalnya untuk memegang teguh komitmen kampanye damai. Sehingga hal seperti ini jangan diulangi kembali.

"Jangan hadirkan setan kekuasaan hanya karena ambisi untuk menang," kata Hasto.

Sebelumnya Prabowo sudah minta maaf. Permintaan maaf itu didahului oleh pengakuan Ratna dan surat dari aktivis tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Ratna pun saat mengungkap kebohongannya mengaku berawal dari mencari cara lantaran terus ditanyai anaknya. Hingga akhirnya dia menyusun sebuah khayalan.

"Itu yang yang terjadi itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan itu hanya cerita khayalan yang diberikan setan mana ke saya dan berkembang," ungkap Ratna di kediamannya yang terletak di kawasan bukit Duri, Jakarta.



Saksikan juga video 'Buntut Hoaks Kasus Ratna, Tim Prabowo akan Basmi Penyusup!':

[Gambas:Video 20detik]

(bag/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT