DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 14:33 WIB

Heli Water Bombing Setop Operasi, Karhutla di Sumsel Meningkat

Raja Adil Siregar - detikNews
Heli Water Bombing Setop Operasi, Karhutla di Sumsel Meningkat Kebakaran hutan di Sumsel (Raja/detikcom)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Sumatera Selatan masih terjadi setelah Asian Games 2018. Salah satu penyebabnya adalah sudah lama tidak ada hujan dan helikopter water bombing berhenti beroperasi.

Kepala Posko Karhutla BPBD Sumatera Selatan Ansori menyebut, selama 2018, ada sekitar 7.300 hektare lahan yang terbakar. Bahkan titik kebakaran disebut sempat menurun selama Asian Games berlangsung.

"Selama Asian Games memang tercatat titik kebakaran menurun, karena saat itu penanganan maksimal. Sekarang sudah meningkat lagi, terutama saat helikopter berhenti operasi karena tahap evaluasi," kata Ansori saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (3/10/2018).



Menurut Ansori, selama ini penanganan karhutla melalui udara memang sangat membantu. Terutama di daerah terpencil yang sulit diakses Satgas Darat.

Adapun 8 heli water bombing dan 2 unit pesawat TMC kini hanya parkir di Basse Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang sejak 30 September lalu. Helikopter sewaan ini tak dapat terbang untuk membantu proses pemadaman selama izin terbang belum keluar.

"Sejak 30 September tidak bisa terbang, sebenarnya habis kontrak sewa di bulan Oktober ini dan masih lama. Tetapi saya dapat informasi terakhir jam terbangnya yang sudah habis sebagian, mungkin ya karena memang ini dimaksimalkan saat Asian Games," kata Ansori.



Helikopter sendiri mulai beroperasi sejak Maret lalu. Sampai terakhir kali beroperasi pada akhir September lalu, tercatat sudah 1.018 kali penerbangan dengan jumlah pengeboman air sebanyak 23.184 kali.

Sementara itu, kapasitas air yang selama ini telah ditumpahkan ke lahan terbakar sebanyak 91.407.500 liter. Helikopter tersebut memadamkan api di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.

"Akibat kebakaran ini memang beberapa hari terakhir kabut asap mulai masuk ke Palembang dan sekitarnya. Terutama di malam dan sore hari, tetapi tim darat ini tetap bekerja siang malam supaya lahan terbakar dapat dikendalikan," ujar Ansori.

Sementara itu, Komandan Satgas Udara Kolonel Pnb Heri Sutrisno mengatakan seluruh helikopter yang berhenti beroperasi masih terparkir di Base Ops Lanud SMH. Total ada 8 heli water bombing dan 2 unit pesawat TMC.

"Masih parkir semua di Base Ops, ada 8 helikopter dan 2 TMC. Kami menunggu evaluasi dari BNPB untuk terbang lagi," kata Heri.

Selain itu, Heri menyebut, berdasarkan laporan terakhir di wilayah karhutla, potensi serangan ISPA pun terus meningkat. ISPA sendiri terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan sejak beberapa hari terakhir.

"Untuk wilayah karhulta ini tingkat ISPA laporan sudah meningkat. Apalagi sejak patroli udara dan water bombing mulai dievaluasi, seluruh aktivitas di Sumatera Selatan terkait operasi udara dihentikan," kata Heri.

"Belum tahu evaluasi ini sampai kapan, kami berharap secepatnya. Karena dari beberapa hari terakhir heli tidak operasi ini kebakaran terus meningkat. Terakhir itu di wilayah Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir," tutupnya.

Untuk diketahui, hari ini tercatat ada 77 titik hotspot di Sumatera Selatan. Dari semua titik hotspot itu, paling banyak berada di Ogan Komering Ilir sebanyak 31 titik.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed