"Sudah kami sampaikan berkali-kali. Untuk langkah per hari ini adalah penghematan. Saya belum lihat itu dari pemerintah bagaimana penghematan itu dilakukan dan acara-acara seremonial itu bisa dipangkas," kata Sandi saat dimintai saran bagaimana cara menekan nilai tukar dolar AS di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).
Sandiaga juga sempat menyinggung soal impor. Eks Wagub DKI Jakarta itu menyarankan agar pemerintah mengecualikan impor barang yang hanya tersedia di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impor sudah mulai dilakukan penyesuaian. Tapi yang murni bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk capital goods itu mestinya harus kita kecualikan," jelasnya.
Sandiaga menilai nilai tukar dolar AS menguat karena fondasi ekonomi Indonesia yang rapuh. Dia mengklaim, jika pemerintahan di bawah kendali dirinya bersama Prabowo Subianto, fondasi ekonomi bisa diperkuat.
"Tapi sekarang ini beban berat karena diakibatkan internal ekonomi kita juga nggak kuat. Ini Prabowo-Sandi memiliki kemampuan membenahi dan memperbaiki ekonomi kita," ujar Sandiaga.
Baca juga: Dolar AS Tembus Rp 15.000, Ini Penyebabnya |
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini terpantau naik tajam. Hingga pukul 10.30 WIB, dolar AS menembus level Rp 15.001. Kemudian pukul 16.30 WIB, dolar AS terus naik ke Rp 15.056 kemudian turun Rp 15.024.
Menanggapi kondisi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memilih melakukan kajian terlebih dahulu. "Kita bersama-sama dengan Bank Indonesia dan Menko Perekonomian terus melihat perkembangan rupiah, bahwa perkembangan ini tentu akan direspons oleh para pelaku ekonomi," kata Sri Mulyani di kompleks Istana, Jakarta, Selasa (2/10). (zak/elz)











































