DetikNews
Selasa 02 Oktober 2018, 16:48 WIB

Evaluas Haji 2018, Menag Usulkan Beberapa Inovasi

Eva Safitri - detikNews
Evaluas Haji 2018, Menag Usulkan Beberapa Inovasi Foto: Lukman Hakim Saefuddin saat evaluasi haji (Eva-detik)
Jakarta - Kementerian agama mengevaluasi terhadap penyelenggaraan haji 2018 yang telah selesai dilakukan. Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengusulkan beberapa rekomendasi untuk penyelenggaraan haji tahun 2019.

"Dari evaluasi terhadap 10 inovasi yang sudah kita lakukan maka kita akan merencanakan dan mempersiapkan 8 inovasi yang akan kita siapkan di tahun 2019," ujarnya dalam sambutan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2018, di Hotel Merlyn, Jl KH Hasyim Asyari, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Lukman mengusulkan beberapa poin untuk dijadikan inovasi tahun depan. Pertama terkait dengan fast track visa seperti yang saat ini dilakukan di tanah suci.



"Jadi beberapa hal inovasi baru yang akan kita lakukan tahun depan antara lain terkait dengan fast track. Jadi proses imigrasi yang selama ini dilakukan di tanah suci ini akan kita berlakukan juga di 13 embarkasi yg ada di tanah air," ucapnya.

"Yang diberlakukan harapannya tentu bagi seluruh jamaah haji kita. Tidak seperti tahun ini yang diberlakukan hanya yang berangkat dari Bandara Soetta saja tapi kita berharap seluruhnya. Ini tentu tantangan tersendiri," lanjut Lukman.

Kemudian dirinya menginginkan adanya penomeran tenda untuk ditempati ketika jemaah berada di Arafah dan Madinah. Lantaran selama ini Lukman meyebut banyak negara lain yang mengklaim tenda yang sudah dipersiapkan untuk jemaah.

"Ini juga agar ada kepastian dari setiap jamaah, setiap regu, dimana tenda yang harus ditempati dan juga untuk meningkatkan ketertiban," tuturnya.

Lalu dengan sistem sewa hotel di Madinah, Lukman berharap petugas haji dapat memberikan hotel yang terdekat dengan lokasi baik di Madinah ataupun di Mekah. Selama ini jelasnya masih banyak jamaah yang ditempatkan jauh dari lokasi.



"Harapannya tahun depan seluruhnya sudah pasti, sehingga tidak ada lagi persoalan terkait jemaah yang ditempatkan di hotel di luar wilayah radius yang terjangkau untuk ke masjid nabawi misalnya," jelasnya.

Terakhir, Lukman mengusulkan agar dibuat aplikasi untuk sistem pelaporan. Hal itu memudahkan agar dan mempercepat pergerakan dalam pengisian data.

"Kita akan tinggalkan itu (cara manual), kita ingin ,semua sistem pelaporan, pelaporan ketua kloter. Ketua rombongan, maupun juga dokter dan perawat termasuk sektor yang ada itu juga harus dilakukan dalam aplikasi yang kita akan buat," tutupnya.

Di sela acara Lukman juga memberikan penghargaan secara langsung kepada Duta Besar Saudi Arabia dan pihak Imigrasi serta Angkasa Pura. Pihak tersebut dianggapnya menjadi yang paling berkontribusi dalam penyelenggaraan haji 2018.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed