"Memang ada beberapa peristiwa kalau ambil makanan, kita masih kita tolerir mungkin perlu makanan. Tapi kalau ambil laptop, kalau pakaian pun mungkin, karena pakaian mereka nggak ada, Kalau hal lain kayak uang dan sebagainya kita lakukan penegakan hukum," kata Ari Dono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Ari Dono mengatakan kondisi di Palu sangat memprihatinkan. Menurut dia, masyarakat mengambil makanan dari sejumlah tempat karena mereka lapar dan tak ada warung yang buka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi gini kebetulan hari pertama saya datang di sana mendampingi Menko bahwa hari pertama sampai kedua yang jelas warung nggak ada yang buka semua nggak ada yang buka, perut lapar. Jadi memang ada saudara-saudara kita yang membutuhkan mungkin beberapa tempat mereka ambil. Itu kita nggak persoalkan kalau memang seperti itu. Tapi setelah hari 2 bahan makanan sudah mulai datang tinggal distribusi itu kita laksanakan penindakan, penegakan hukum," ujarnya.
Terlepas dari itu, Polri saat ini telah menangkap sejumlah warga yang melakukan penjarahan. Semuanya akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
"Seperti biasa. Kalau orang curi tangkap periksa bukti-bukti ada ya kita limpahkan ke pengadilan," ujarnya.
Simak Juga 'ACT Sebut Penjarahan Terjadi Akibat Lambannya Bantuan':
(knv/fdn)











































