Gempa-Tsunami Sulteng, Wakapolri: Warga Ambil Uang Ditindak

Gempa-Tsunami Sulteng, Wakapolri: Warga Ambil Uang Ditindak

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 02 Okt 2018 13:42 WIB
Gempa-Tsunami Sulteng, Wakapolri: Warga Ambil Uang Ditindak
Proses evakuasi korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus berlangsung/Foto: Dok. Getty Images
Jakarta - Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menolerir sebagian korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, yang mengambil makanan dari sejumlah tempat. Namun, polisi akan menindak warga jika mereka mengambil uang dan barang-barang berharga lain.

"Memang ada beberapa peristiwa kalau ambil makanan, kita masih kita tolerir mungkin perlu makanan. Tapi kalau ambil laptop, kalau pakaian pun mungkin, karena pakaian mereka nggak ada, Kalau hal lain kayak uang dan sebagainya kita lakukan penegakan hukum," kata Ari Dono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Ari Dono mengatakan kondisi di Palu sangat memprihatinkan. Menurut dia, masyarakat mengambil makanan dari sejumlah tempat karena mereka lapar dan tak ada warung yang buka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




"Jadi gini kebetulan hari pertama saya datang di sana mendampingi Menko bahwa hari pertama sampai kedua yang jelas warung nggak ada yang buka semua nggak ada yang buka, perut lapar. Jadi memang ada saudara-saudara kita yang membutuhkan mungkin beberapa tempat mereka ambil. Itu kita nggak persoalkan kalau memang seperti itu. Tapi setelah hari 2 bahan makanan sudah mulai datang tinggal distribusi itu kita laksanakan penindakan, penegakan hukum," ujarnya.

Terlepas dari itu, Polri saat ini telah menangkap sejumlah warga yang melakukan penjarahan. Semuanya akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Seperti biasa. Kalau orang curi tangkap periksa bukti-bukti ada ya kita limpahkan ke pengadilan," ujarnya.


Simak Juga 'ACT Sebut Penjarahan Terjadi Akibat Lambannya Bantuan':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fdn)


Berita Terkait