Meski sudah menunggu lama, banyak dari mereka yang kecewa karena nama mereka tak kunjung dipanggil masuk. Padahal mereka sudah sangat cemas dengan kondisi keluarga mereka yang sampai saat ini banyak yang hilang kontak sejak gempa.
"Saya sudah dua hari di sini, Pak, menunggu. Tidak ke mana-mana kami. Makan dan istirahat saja kurang. Tapi kami belum juga dapat panggilan naik pesawat. Padahal kami sudah cemas dengan keluarga kami di sana," kata seorang warga asal Palu, Amiruddin Junana, Senin (1/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua saudara kandung dan keponakan saya yang sampai saat ini belum bisa saya hubungi. Saya sudah bertanya ke keluarga lain, mereka juga masih mencari. Makanya kami sangat cemas dan mau cepat ke sana," lanjutnya.
Penerbangan dari Lanud Hasanuddin ke Palu memang lebih memprioritaskan relawan dan bantuan bagi para korban di sana. Meski begitu, pihak TNI AU juga tetap melayani warga asal Palu yang hendak ke sana, meski jumlahnya dibatasi.
"Kita juga menyadari banyak pihak keluarga ini mau ke sana. Tapi kita utamakan dulu bantuan dan relawan medis dan orang yang punya keahlian untuk mempercepat recovery di sana. Kami harap semua bisa bersabar," ujar Komandan Lanud Hasanuddin Marsma Bowo Budiarto.
Hingga kini, sudah ada ribuan korban yang telah dievakuasi melalui Bandara SIS Al-Jufri, Palu, menuju Lanud Hasanuddin. Terakhir, puluhan warga negara asing dari Kanada, China, Korea Selatan, dan Thailand telah dibawa dari sana untuk kembali ke negara asalnya. (zak/zak)











































