Kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko menjelaskan likuifaksi merupakan hilangnya kekuatan tanah sehingga tanah tersebut tidak memiliki daya ikat. Getaran yang dihasilkan dari gempa membuat tekanan air meningkat dan membuat sifat tanah berubah dari padat (solid) menjadi cair (likuid).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum dari situs usgs.gov, situs Survei Geologi AS, Senin (1/10/2018), sedikitnya ada 7 efek yang ditimbulkan dari likuifaksi. Berikut ini efek-efeknya.
1. Tanah kehilangan kekuatan penopang
Tanah dapat menjadi cair lalu bergerak sehingga kehilangan kemampuannya menopang bangunan.
2. Penyebaran lateral
Tanah dapat amblas meluncur ke lereng yang sangat landai atau ke arah aliran sungai yang terkubur.
3. Letusan pasir
Air yang mengandung pasir bisa keluar dari lapisan tanah dan meletus di permukaan untuk membentuk gunung berapi pasir. Tanah sekitarnya menjadi retak dan mengendap.
4. Tanah gagal mengalir
Tanah bergerak menuruni lereng curam tapi terhambat material-material lain.
5. Flotasi
Struktur ringan yang terkubur di dalam tanah, seperti saluran pipa, selokan, dan tangki bahan bakar, yang hampir kosong dapat mengambang ke permukaan ketika dikelilingi tanah cair yang bergerak.
6. Osilasi tanah
Tanah yang ada di permukaan bergerak di atas lapisan cair yang terkubur di bawah sehingga struktur tanah berubah.
7. Tanah mengendap
Ketika tanah yang cair kembali terbentuk setelah gempa bumi, permukaan tanah dapat mengendap karena getaran yang berkurang dan tanah cair tersebut menjadi lebih padat.
Saksikan juga video 'Pemandangan Kerusakan Palu Akibat Gempa-Tsunami dari Lensa Drone':
(imk/fjp)