"Kami berdoa semoga korban yang meninggal dunia husnulkhatimah, diampuni semua dosa-dosanya dan ditempatkan di surga oleh Allah SWT, dan keluarga korban yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan iman. Demikian pula untuk korban yang mengalami luka, semoga segera diberikan kesembuhan dan kembali pulih seperti sediakala," kata Waketum MUI Zainut Tauhid lewat keterangannya, Minggu (30/9/2018).
Zainut berharap pemerintah cepat untuk mengambil tindakan bagi para korban. Proses evakuasi korban hingga kebutuhan para pengungsi harus diperhatikan.
"MUI mengimbau kepada Pemerintah untuk segera mengambil langkah darurat mengatasi musibah tsunami dan gempa tersebut dengan mengutamakan keselamatan jiwa manusia, mengevakuasi dan mengurus jenazah korban, mencukupi kebutuhan dasar seperti air bersih, kecukupan bahan makanan, tempat pengungsian, mencukupi tenaga medis dan obat2an, serta memulihkan jaringan transportasi, listrik dan telekomunikasi," ujar dia.
Selain itu, Zainut mengimbau musibah yang melanda Sulteng ini dapat meningkatkan solidaritas kebangsaan. Warga dari berbagai daerah diharapkan dapat bergotong royong untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengatakan, data sementara korban meninggal dunia tersebar di dua daerah yakni Palu dan Donggala. Per Minggu siang, korban jiwa di Palu 821 orang, sedangkan di Donggala 11 orang.
Saksikan juga video 'FPI Galang Dana Untuk Korban Gempa Sulteng':
(knv/gbr)











































