"Kita nggak asal relawan dapat bantu, di sana perlu relawan yang terlatih. Syukur yang sudah tersertifikasi, profesional sehingga betul-betul bisa membantu," kata Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi dengan kondisi yang ada di sana dengan keterbatasan yang ada, air bersih terbatas. Kalau datang lalu perlu membawa sendiri sehingga tidak merepotkan, bagi daerah yang didatangi," ungkapnya.
Ia mengatakan saat ini dibutuhkan relawan tenaga medis untuk membantu korban. Ia mengaku akan lebih baik lagi jika relawan datang dengan modal kendaraan sendiri dan peralatan pendukung lainnya.
"Relawan apa dulu yang kita perlukan, kalau relawan medis kita memerlukan saat ini, kita mereka untuk mendatangkan. Apalagi datangnya dengan sumber daya mereka sendiri, menggunakan pesawat sendiri, kapal sendiri, kendaraan sendiri dan membawa obat-obatan termasuk alat-alatnya. Itu yang kita perlukan," ujarnya.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Palu pada Jumat (28/9) sore. Gempa memicu gelombang tsunami hingga 5 meter. Kemudian, gempa di Sigi terjadi Sabtu (29/9).
Hingga Minggu (30/9) siang korban meninggal dunia di Palu dan Donggala mencapai 832 orang. Data terbaru itu didapat dari BNPB. (yld/rvk)











































