PAN: Pernyataan PSI soal Prabowo Lanjutkan Soeharto Tendensius

PAN: Pernyataan PSI soal Prabowo Lanjutkan Soeharto Tendensius

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 28 Sep 2018 19:29 WIB
PAN: Pernyataan PSI soal Prabowo Lanjutkan Soeharto Tendensius
Foto: capres Prabowo Subianto. (Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - PSI menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjuangan Presiden ke-4 Adurrahman Wahid sedangkan Prabowo Subianto melanjutkan perjuangan Presiden ke-2 Soeharto dan Orde Baru-nya. PAN menilai pernyataan PSI itu tendensius.

"Pernyataan ini sangat tendensius. Terutama kepada keluarga Soeharto yang kebetulan menjatuhkan pilihan politiknya pada Prabowo-Sandi," ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan kepada detikcom, Jumat (28/9/2018).
Saleh juga menilai pernyataan PSI tersebut yang justru menunjukkan intoleransi dan ekstremisme. Pasalnya, pernyataan itu seolah mengkotak-kotakkan kelompok masyarakat.

"Dengan pernyataan itu seakan-akan ada kelompok yang ekstrem, toleran, intoleran, pendukung kebhinekaan, dan pendukung Soeharto. Kategorisasi seperti ini jelas salah dan berbahaya. Jauh dari semangat toleransi dan semangat kebhinnekaan," katanya.

Saleh menuding PSI hanya toleran pada orang-orang dan kelompok yang memiliki afiliasi dan pandangan politik yang sama. Di luar itu, semua dianggap tidak benar oleh PSI.

"Padahal, konstitusi saja mengakui adanya perlindungan dan kesamaan hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara," ujar Saleh.
Sebelumnya, PSI menilai dukungan Putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Yenny Wahid seolah menegaskan Jokowi melanjutkan perjuangan Gus Dur selama ini. Sedangkan, menurut Guntur Romli, Prabowo condong melanjutkan politik Orde Baru dan Soeharto.

"Tutut, Titiek dan Tommy Soeharto mendukung Prabowo ini menegaskan kalau Prabowo merupakan kelanjutan Soeharto," ujarnya.

Terlebih lagi, kata Guntur Romli, kelompok-kelompok pro-intoleransi juga kemudian merapat ke dalam barisan Prabowo-Sandi. Hal-hal itulah yang menurutnya membuat Yenny dan Keluarga Gus Dur mantap melabuhkan dukungan ke barisan Jokowi-Ma'ruf.

"Prabowo didukung oleh kelompok-kelompok intoleran, dari ekstrim seperti eks-HTI hingga PKS," kata Guntur Romli, Caleg PSI dari Jatim III. (mae/idh)


Berita Terkait