ADVERTISEMENT

Pengacara Heran dengan Cara Habib Rizieq Diperlakukan di Saudi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 28 Sep 2018 12:51 WIB
Eggi Sudjana bertemu Habib Rizieq beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Habib Rizieq Syihab tak dideportasi dari Arab Saudi meski izin tinggal sudah habis sejak Juli lalu. Pihak KBRI Riyadh mengatakan pelanggar imigrasi di Arab Saudi tak bisa begitu saja dideportasi saat masih menghadapi masalah hukum.

Pengacara Rizieq, Eggi Sudjana tidak begitu percaya dengan keterangan yang disampaikan pihak KBRI Riyadh. Biasanya, kata Eggi, seseorang yang overstay akan langsung dideportasi atau ditahan pihak imigrasi.


"Satu, (kalau disebut) masih proses. Proses apa? Kedua, kalau overstay, perlakuannya tidak begini. Kalau overstay, dua perlakukannya, bisa ditahan atau langsung deportasi," kata Eggi saat dihubungi, Jumat (28/9/2018).

"Kalau begini, KBRI bisa disebut memberi keterangan palsu ini. Karena nggak cocok dari ilmu hukum. Jadi penegakan overstay itu, karena sudah habis masa tinggalnya maka disuruh keluar atau ditahan," sambungnya.


Eggi mengatakan selama ini Rizieq tak pernah melakukan pelanggaran hukum di Arab Saudi. Eggi meminta KBRI menunjukkan kesalahan jika benar Rizieq melakukan pelanggaran hukum di Saudi.

"Habib tak punya kasus di sana. Kenapa KBRI kok ngeles-ngeles begitu. Jadi kalau mereka bilang ada kasus, tunjukkan dari pemerintah Arab Saudi, Habib Rizieq ada masalah apa sehingga tidak dideportasi," ucap dia.


Selain itu, Eggi juga meminta KBRI Riyadh langsung mengurus Rizieq. Menurutnya, hal itu merupakan amanat UUD 1945 agar pemerintah mengurus setiap warga negara Indonesia (WNI) termasuk yang ada di luar negeri.

"Jangan pakai istilah 'akan dampingi'. Tunjukkan apa tindakannya. Tunjukkan juga apa langkah pemerintah Arab Saudi, apa kesalahan Habib Rizieq," tutur Eggi.


Sebelumnya diberitakan, Rizieq dicegah pemerintah Arab Saudi saat akan pergi ke Malaysia. KBRI Riyadh mengatakan izin tinggal Rizieq di Arab Saudi sudah habis sejak Juli 2018 lalu. KBRI memberi gambaran hukum di Arab Saudi tentang deportasi yang tak begitu saja dilakukan karena seseorang masih terganjal permasalahan hukum lain.

"Pendeportasian tidak bisa dilaksanakan dengan serta merta jika pelanggar imigrasi masih terkait dengan permasalahan hukum di KAS, misalnya mulai pelanggaran ringan seperti denda lalu lintas sampai dengan pelanggaran berat seperti perampokan, pembunuhan, kejahatan perbankan, penghasutan, ujaran kebencian, terorisme dan lain-lain. Untuk pelanggaran berat maka proses deportasi menunggu setelah selesai menjalani hukuman di KAS," ujar Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Mafthuh Abegebriel dalam keterangannya, Jumat (28/9/2018). Keterangan pers Agus dalam konteks mengenai posisi Habib Rizieq di Arab Saudi. (jbr/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT