Massa Badrul dan Nur Mahmudi Datangi DPRD Depok

Massa Badrul dan Nur Mahmudi Datangi DPRD Depok

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 13:21 WIB
Jakarta - Dua kelompok massa yang berbeda mendatangi kantor DPRD Kota Depok. Kelompok massa ini berasal dari kubu Nur Mahmudi Ismail dan pendukung Badrul Kamal.Hingga pukul 12.30 WIB, kedua kelompok massa masih berada dalam satu tempat di teras Gedung DPRD Kota Depok, Jalan Boulevard, Kota Kembang, Depok, Selasa (16/8/2005).Pendukung Badrul Kamal menamakan dirinya Gardu Keadilan. Massa Gardu Keadilan tampak mengenakan pakaian berwarna serba hitam. Sedangkan massa kubu Nur Mahmudi mengusung nama Forum Bersama Masyarakat Depok (FBMD). Massa Nur Mahmudi ini tidak mengenakan atribut khusus. Jumlah total hampir 30 orang.Untungnya, walaupun berbeda kelompok, kedua massa ini tidak bentrok. Kedatangan kedua kelompok ini terkait dengan keputusan DPRD Kota Depok. Pada Senin 15 Agustus kemarin, rapat panitia musyawarah kota Depok memutuskan mendukung keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat. Intinya, untuk segera melantik Badrul Kamal sebagai Walikota Depok.Kedatangan FBMD untuk dengar pendapat dengan Ketua DPRD Kota Depok Naming D Botihin. Massa Nur Mahmudi ini menolak keputusan DPRD. "Kedatangan kami tidak untuk demo. DPRD seharusnya tidak berwenang mengeluarkan keputusan itu," kata Ketua FBMD Firman.FBMD terlihat masih menunggu Ketua DPRD Kota Depok Naming D Botihin. Sebab semua anggota DPRD baru saja usai menyaksikan dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden SBY dari Gedung DPR/MPR, Jakarta. PKS DihujatKoordinator Gardu Keadilan Bakhtiar Habib menyatakan, kedatangan massanya untuk memantau perkembangan Pilkada terkait keputusan DPRD. Massa Badrul ini terlihat membagikan selebaran berisi dukungan terhadap putusan DPRD dan PT Jawa Barat. Selebaran juga berisi gugatan terhadap sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selebaran yang dibagikan kepada para pengunjung DPRD itu diberi judul "PKS Partai Islam Penyebar Fitnah". Bakhtiar mengatakan, kedatangannya kali ini juga bukan untuk berdemo. "Kita hanya ingin mengamankan saja," kata Bakhtiar. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads