Laporan dari New York

Bom Surabaya Dibahas JK di Sidang Umum PBB

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 28 Sep 2018 05:38 WIB
Foto: JK di Sidang Umum PBB (Rina-detik)
New York - Kasus teror bom Surabaya pada Mei 2018 lalu menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai puluhan orang lain. Teror bom mematikan tersebut kemudian dibawa JK hingga sidang umum PBB ke-73.

"Serangan teroris terakhir yang mengerikan di Surabaya, Indonesia, telah menunjukkan bahwa evolusi kekerasan oleh teroris tidak mengenal batas," kata JK saat berpidato di sidang umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB, New York, Kamis (27/9/2018).

"Menggunakan anak-anak sebagai senjata tidak akan pernah dibenarkan," tegasnya.



JK menyatakan, serangan teror di beberapa lokasi di Surabaya pada 4 bulan lalu meninggalkan pesan agar Indonesia bekerja lebih keras di forum internasional untuk mewujudkan perdamaian.

"Perdamaian dan pembangunan hanya akan berkelanjutan jika kita memiliki masyarakat yang adil," tutur JK.



"Masyarakat yang adil, toleran, dan moderat adalah kunci mengatasi tantangan besar kekerasan dari ekstremisme dan radikalisme," jelasnya.

JK menuturkan, ketidakadilan, pengangguran, hingga kemiskinan yang parah harus segera diakhiri. Pendekatan melalui beragam cara harus ditingkatkan.

"Kami telah mengubah undang-undang nasional kami dan memperkuat pendekatan bukan dengan kekerasan kami, dalam rangka beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru yang terus berubah," papar JK.



Saksikan juga video 'Kecaman Aman Abdurrahman ke Bomber Gereja Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]

(rna/rvk)