Saat Jokowi Heran atas Kostum Gatot Kaca Ketum PPP

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 27 Sep 2018 14:23 WIB
Presiden Jokowi di Rapimnas III dan Santiaji Nasional Calon Anggota Legislatif PPP. (Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang juga calon presiden di Pilpres 2019, mengaku kagum kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy. Namun Jokowi merasa heran atas gaya berpakaian Romi.

Jokowi mengatakan PPP beruntung memiliki ketua umum seperti Rommy. Dia menilai Rommy terkesan bergaya khas anak muda atau sering disebut milenial.

"PPP ini beruntung punya ketua Pak Rommy. Saya tadi masuk, di Pondok Haji ini saya sudah merasa salah kostum. Pak Rommy menyambut gayanya sangat milenial sekali. Sepatunya kets, sneakers, celana jins, baju putih, pakai sorban. Ini Ketua PPP loh. Saya tadi tanya Pak Rommy, 'Kok nggak pakai peci, Pak?' 'Biar milenial,' katanya," kata Jokowi.


Jokowi menyampaikan itu saat menghadiri Rapimnas III dan Santiaji Nasional Calon Anggota Legislatif PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (27/9/2018). Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan dasi berwarna merah, dibalut jas biru dan peci hitam.

Jokowi juga kagum terhadap Rommy yang multitalenta dalam bidang musik. "Saya juga lihat Pak Rommy main band, pegang gitar, nyanyi, semua bisa," ujarnya.

Namun Jokowi terheran atas gaya berpakaian Rommy saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai di Monas pada Minggu (23/9) lalu. Waktu itu Rommy mengenakan kostum Gatot Kaca.


Jokowi penasaran atas gaya Rommy itu. Namun dia belum sempat bertanya kepada Rommy maksud berpakaiannya itu.

"Kemarin hari Minggu waktu kampanye damai pakai kostum Gatot Kaca. Saya belum sempat bertanya ke Pak Rommy, pesan yang mau disampaikan apa? Hubungan PPP dan Gatot Kaca apa? Nanti saya tanyakan," katanya.

"Tapi tetap penampilan Pak Rommy sebagai ulama masih kelihatan karena pakai sorban," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga memberikan pembekalan kepada para caleg PPP. Jokowi menilai 'serangan udara' yang dilakukan PPP sudah cukup, tapi masih diperlukan banyak 'serangan darat'.

"Saya lihat PPP dan fungsi serangan udara sekarang ini, menurut saya, sudah cukup. Mungkin masih ditambah juga bisa, tapi sudah cukup. Secara citra, persepsi, muncul. Kedua, PPP juga sudah lama sekali, citranya sudah terbentuk. Lantas, kalau ditanya apa yang harus kita lakukan, terutama untuk pileg? Menurut saya, yang penting daratnya. Daratnya ini ramai sekali. Apa yang harus kita lakukan? Kalau saya hanya micro-targeting, micro marketing, canvashing," kata Jokowi. Selanjutnya acara digelar tertutup. (jor/idh)