DetikNews
Rabu 26 September 2018, 09:32 WIB

Permusuhan Antarsuporter Sepakbola Mengkhawatirkan

Tsarina Maharani - detikNews
Permusuhan Antarsuporter Sepakbola Mengkhawatirkan GBLA (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyatakan prihatin atas peristiwa tewasnya suporter Persija Haringga Sirla. Harlingga tewas dianiaya oknum Bobotoh sebelum laga Persib versus Persija di Stadion GBLA.

"Kami sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Kami mengecam oknum pelaku pengeroyokan dan meminta agar pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas kasus tersebut," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (26/9/2018).

Sekjen PDIP itu mengatakan sepakbola seharusnya menjadi pemersatu. Sebab, olahraga berkaitan erat dengan nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan. Hasto berharap kejadian serupa tak terulang.





"Karena esensi dari olahraga adalah berkaitan dengan sportivitas dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, karena itu kami berharap kejadian ini tak terulang di sepakbola Indonesia," ujarnya.

Dia menilai rantai permusuhan antarsuporter sepak bola Indonesia sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Hasto menegaskan permusuhan ini harus dihapuskan karena menghambat kemajuan sepakbola dalam negeri.

"Mata rantai permusuhan antarsuporter sepakbola sudah manifes dan mengkhawatirkan. Mata rantai permusuhan tersebut harus segera diputus karena menjadi penghambat kemajuan sepakbola Indonesia," tutur Hasto.

"Para pemangku kepentingan terkait dengan kemajuan sepakbola tersebut harus bisa menciptakan sepakbola yang menyenangkan bagi semua pihak. Permusuhan antarsuporter ini telah membuat pertandingan sepakbola terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan dan tidak enak lagi ditonton," imbuh dia.

Insiden tersebut berlangsung di gerbang biru Stadion GBLA Bandung sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta digelar pada Minggu (23/9) lalu. Korban yang hendak menonton diketahui oknum Bobotoh merupakan warga Jakarta.





Polisi segera bergerak memburu pelaku. Kasus berkembang hingga polisi mengamankan 16 orang. Dari 16 orang itu, 8 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Akibat peristiwa ini, PSSI menyatakan menghentikan Liga 1 sampai waktu yang belum ditentukan.

"PSSI untuk sementara waktu menghentikan Liga 1 senior. Untuk waktunya saya belum bisa menentukan," ucap Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dalam konferensi pers yang dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/9).



Tonton juga 'APPI Sarankan Sederet Sanksi untuk Kekerasan Suporter':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed