DetikNews
Selasa 25 September 2018, 19:20 WIB

Perludem Nilai Parpol Majukan Eks Koruptor Nyaleg karena Punya Dana

Zunita Putri - detikNews
Perludem Nilai Parpol Majukan Eks Koruptor Nyaleg karena Punya Dana Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai para mantan narapidana korupsi yang ditarik partai politik mempunyai peran penting di parpol tersebut. Salah satu alasan mantan koruptor masih diusung parpol adalah dianggap punya posisi kuat di partai tersebut.

"Kenapa mantan napi korupsi tetap dicalonkan. Jadi ada partai menarik para calegnya, tetapi ada partai yang masih terus yang mantan napi korupsi, karena ada beberapa hal mengapa tetap dicalonkan. Pertama, mereka kalau yang kita lihat adalah bagian dari orang kuat, adalah orang kuat ataupun elite di partai tersebut. Mereka orang kuat di struktur partai. Mereka ikut menentukan rekrutmen yang ada di partai politik," kata Titi di aula PP Muhammadiyah, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).



Selain merupakan orang kuat, Titi mengatakan para mantan napi korupsi yang masih diusulkan itu punya popularitas. Sebab, popularitas dinilai penting oleh beberapa parpol karena bisa menaikkan elektabilitas partai tersebut.

"Kedua, mereka punya popularitas, sehingga popularitas ini diharapkan bisa memberikan dampak elektoral bagi partai politik, terutama pada kompetisi 2019 yang sangat kompetitif. Ambang batas parlemennya naik, pemilunya serentak, partai politiknya tambah banyak. Sementara ada orang populer nih, apalagi orang yang populer ini selalu bisa mengkonstruksi opini publik dengan mendekatkan playing victim atau mereka adalah korban. Korban hierarki politik, bahkan narasi-narasi 'Tuhan saja maha pemaaf, kenapa manusia tidak?'," ungkapnya.

"Jadi selalu ada pendekatan-pendekatan sosial yang mereka dorong, karena mereka pada dasarnya orang yang populer," sambungnya.



Terakhir, para eks napi korupsi itu dikatakan memiliki kontribusi besar bagi kerja-kerja pemenangan partai yang bisa bermanfaat bagi elektoral.

"Mereka juga punya sumber daya yang bisa berkontribusi bagi kerja-kerja pemenangan. Untuk parpol, khususnya sumber daya pendanaan, dana dan juga jejaring yang bisa bermanfaat bagi elektoral, dia punya sumber daya dan juga jejaring yang bisa digunakan untuk kerja pemenangan," pungkasnya.
(zap/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed