DetikNews
Selasa 25 September 2018, 17:42 WIB

Menpora: Pengeroyokan Haringga Tragedi Kemanusiaan, Setop Sebar Video

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Menpora: Pengeroyokan Haringga Tragedi Kemanusiaan, Setop Sebar Video Foto: Menpora Imam Nahrawi. (Noval-detikcom)
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta semua pihak untuk berhenti menyebar video pengeroyokan Haringga Sirla oleh oknum Bobotoh. Pengeroyokan Haringga merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan

"Saya berharap kepada siapapun tidak boleh lagi meng-upload video yang sempat beredar kemarin, hentikan semuanya. Ayo kita lakukan intropeksi semuanya, muhasabah (introspeksi) nasional bagi sepakbola Tanah Air," ujar Imam di kantornya, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).


Pengeroyokan Haringga hingga tewas dikatakan Imam tidak dapat diterima oleh akal sehat. Peristiwa itu dipandangnya sebagai tragedi kemanusiaan, bukan tragedi sepakbola.

"Kejadian kemarin adalah perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak bisa diterima oleh akal sehat, apapun alasannya. Ini bukan lagi tragedi sepakbola atau olahraga, melainkan ini tragedi kemanusiaan bagi negeri kita," katanya.

Yang paling mengerikan, menurut Imam, terlibatnya anak-anak dalam pengeroyokan itu. Dia heran anak di bawah usia 20 tahun dapat menganiaya orang hingga tewas.

"Ini berarti, harus ada teladan dari semua kita terutama dirijen suporter, pemimpin suporter, pemimpin klub, federasi, dan tentu pemerintah, dan kita semuanya," ucapnya.


Haringga dikeroyok sesaat sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Imam mengaku kecewa pertandingan masih dilanjutkan meski ada suporter yang tewas.

"Itu yang buat saya kecewa, mestinya kalau sudah ada seperti itu hentikan, tidak boleh dilanjutkan pertandingan," tuturnya.

Imam meminta kepolisian mengusut tuntas kasus itu. Termasuk siapapun yang dinilai abai dan teledor, Imam berharap polisi juga memeriksanya.

"Pemerintah mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang sampai sekarang sudah menetapkan beberapa tersangka, dan sekali lagi kita semua tentu ingin mengharapkan keadilan bagi pelaku maupun bagi orang-orang yang terlibat," tegas Imam.

"Usut lah dengan tuntas agar peristiwa ini tidak terulang kembali, agar tidak muncul lagi korban-korban baru dan orang-orang tua baru yang menyesali sekaligus menghardik anak-anak kita," imbuhnya.



Tonton juga 'Pesepakbola Indonesia Tuntut Nota Damai Antar Suporter':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed