DetikNews
Selasa 25 September 2018, 11:36 WIB

Akan Dipolisikan PSI, Fadli Zon Bicara Era SBY

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Akan Dipolisikan PSI, Fadli Zon Bicara Era SBY Fadli Zon (Agus/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon akan dilaporkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke polisi terkait posting-an video 'Potong Bebek Angsa PKI'. Fadli menanggapi laporan itu dengan berencana melaporkan balik PSI ke polisi.

Rencananya, pada agenda yang diterima detikcom, pelaporan itu akan dilakukan jubir PSI Rian Ernest sekitar pukul 14.00 WIB di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Ya saya polisikan balik, sederhana saja," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2018).





Fadli mengatakan posting-annya hanya bagian dari kreativitas. Kreativitas, menurutnya, tidak bisa dihakimi dengan cara mempolisikan.

"Kreativitas itu tidak bisa di-judge atau dihakimi seperti itu, apalagi ini masalah sederhana," katanya.

Hal yang sama, kata Fadli, terjadi terkait kabar rencana mempolisikan impersonator atau peniru suara Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hal yang dilakukan peniru suara tersebut juga bagian dari kreativitas.

Sebelumnya, aksi Sony Al-Ihsan Marta menirukan suara Joko Widodo jadi viral di mana-mana dan banyak diapresiasi. Namun kemudian muncul kabar Sony bakal dipolisikan.

"Saya kira apa yang dia lakukan itu kreatif meniru-niru seperti itu biasa saja, parodi, apalagi di era demokrasi seperti sekarang," ujar Fadli.

Fadli kemudian membandingkan dengan pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, banyak seniman yang juga berkreasi dengan salah satunya melakukan impersonator Ketum Demokrat itu.





"Di Pak SBY itu Butet dan banyak lagi seniman-seniman yang melakukan hal yang sama, bahkan lebih sadis lebih tajam, sadis dalam tanda petiklah, lebih tajam, tapi juga tidak apa-apa," katanya.

"Tapi itulah demokrasi itu bagian dari semua cara mengkritik, tapi juga tidak langsung melalui sebuah seni. Kan tidak sembarangan orang juga mempunyai kemampuan dan keahlian seperti itu, kan impersonator ada yang meniru langsung gayanya Pak SBY, Pak JK, Bu Mega, gayanya Pak Prabowo," sambung Fadli.

Sebelumnya, Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.




Tonton juga 'Dipolisikan PSI, Fadli Zon: Masalah Enteng':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed