PSI Sebut Pengeroyokan Haringga Bentuk Fanatisme Berlebih

PSI Sebut Pengeroyokan Haringga Bentuk Fanatisme Berlebih

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 24 Sep 2018 17:05 WIB
Haringga dikeroyok di dekat Gerbang Biru, pintu masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyebut pengeroyokan terhadap suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, merupakan bentuk fanatisme berlebih dari suporter Persib Bandung. Tsamara menyesalkan kejadian tersebut.

"Kita ini semua harus menyadari bahwa dalam situasi seperti itu jangan sampai ada fanatisme yang berlebihan. Artinya, ini fanatisme yang berlebihan, pasti mematikan," kata Tsamara saat dimintai tanggapan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).


Tsamara menuturkan suporter Persib seharusnya bisa memberikan contoh positif bagi sepakbola di Tanah Air. Dia mendesak PSSI melakukan evaluasi dan meminta polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepakbola itu permainan yang indah. Seharusnya para pendukung memberikan energi positif. Di atas itu semua, ada masalah kemanusiaan yang harus kita sadari," ucap Tsamara.


"Mungkin evaluasi juga bagi teman-teman di PSSI dan secara serius polisi harus mengusut ini dan menjadikan pelajaran yang penting. Jadi kami menyayangkan sekali," imbuhnya.

Haringga dikeroyok hingga tewas di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) oleh suporter Persib sebelum laga antara Persib melawan Persija pada Minggu (23/9). Polisi sudah menetapkan delapan orang tersangka pengeroyokan.


Selain menetapkan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satu barang bukti yang telah diamankan adalah kayu bernoda darah.



Tonton juga 'Suasana Haru Iringi Pemakaman Haringga':

[Gambas:Video 20detik]

(zak/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads