DetikNews
Senin 24 September 2018, 14:28 WIB

Ketua Kadin-Hipmi Dukung Jokowi, Pengamat Bicara Politisasi Birokrasi

Tsarina Maharani - detikNews
Ketua Kadin-Hipmi Dukung Jokowi, Pengamat Bicara Politisasi Birokrasi Siti Zuhro (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pengamat politik LIPI Siti Zuhro menegaskan politisasi birokrasi dilarang dalam pemilu.

Pernyataan ini menanggapi bergabungnya Ketum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani dan Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia ke timses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Saya yang termasuk (bicara) birokrasi itu dilarang keras dipolitisasi. Tidak boleh," kata Siti Zuhro itu saat dihubungi, Senin (24/9/2018).





Dia menduga bergabungnya Ketua Kadin dan Hipmi di koalisi Jokowi-Ma'ruf karena saat ini Jokowi merupakan capres petahana. Siti Zuhro menegaskan birokrasi tak boleh terkontaminasi kepentingan politik.

"Mungkin dunia usaha, karena kepentingan bisnisnya, dia harus menunjukkan partisan-ship, ya. Tapi birokrasi sebagai roda pembangunan sama sekali tidak boleh. Ada petahana maupun tidak ada petahana, yang namanya birokrasi tidak boleh terkontaminasi kepentingan politik pendek," ujarnya.

Menurutnya, semakin banyaknya elemen yang terlibat politik praktis bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik. Padahal, dalam demokrasi, kepercayaan adalah fondasi utama.

"Nanti tidak ada ranah yang tidak masuk ke politik. Akhirnya kita membangun distrust. Membangun rasa saling tidak percaya. Padahal demokrasi mensyaratkan bangunan trust yang bagus," tuturnya.





Selain itu, Siti menyinggung fenomena relawan politik. Menurutnya, tidak ada konsep relawan dalam politik.

"Relawan dalam politik itu tidak mungkin. Relawan bencana alam, iya, untuk isu-isu sosial. Tapi di politik tidak ada, karena tidak ada makan siang gratis. Jadi menurut pemahaman saya, kalau sekarang pengusahanya sudah dukung-mendukung seperti itu, kan sudah kelihatan," tuturnya.

Bergabungnya Rosan dan Bahlil ke TKN Jokowi-Ma'ruf disampaikan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Menurut Karding, keduanya disebut bakal menjadi kekuatan baru.
(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed