DetikNews
Minggu 23 September 2018, 16:12 WIB

Projo Jawab PD: Kami Bagian TKN Jokowi-Amin untuk Kampanye

Ray Jordan - detikNews
Projo Jawab PD: Kami Bagian TKN Jokowi-Amin untuk Kampanye Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Partai Demokrat (PD) mempertanyakan kehadiran kelompok relawan Pro Jokowi (Projo) di Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monas. Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menjawab pertanyaan itu.

Budi mengatakan, kehadiran pihaknya di acara yang digelar di Lapangan Silang Barat Tugu Monas, Jakarta Pusat tadi pagi itu, sebagai bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Mereka datang untuk menyemarakkan kegiatan tersebut dengan semangat kampanye damai dan menggembirakan.

"Kita kan diorganisir oleh Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, bagian dari untuk menyemarakkan kampanye damai," kata Budi Arie kepada detikcom, Minggu (23/9/2018).

Dia menambahkan, dalam keikutsertaan pihaknya selama acara deklarasi tiu, tidak ada perkataan atau kalimat yang melanggar kesantunan dan bernada mengejek.

"Kita tidak ada hal yang menurut hemat kami melanggar etika kesantunan orang timur. Bahwa kami bernyanyi, dalam jumlah yang besar dan kita tidak ada teriakan mengejek atau menjlekkan pihak lain. Itu buktinya ada. Ada nggak teriakan kita yang menjelekkan orang lain? Nggak ada," katanya.

Dia juga mengatakan, selama karnaval deklarasi kampanye damai itu berlangsung, pihaknya yang ikut mengawal perjalanan Jokowi dan Ma'ruf. Budi mengatakan, Relawan Projo selama karnaval berlangsung, bernyanyyi dan meneriakkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita hanya teriak Jokowi lagi, Jokowi lagi. Kalau mereka suruh meminta maaf, apa kesalahan kita? Sudah lah, ini demokrasi harus kita jalankan dengan penuh kegembiraan, tidak ada suasana saling mengejek, tidak ada suasana saling menghina, masak rakyat bergembira saja dilarang. Masa rakyat gembira nggak boleh?" katanya.

Partai Demokrat keberatan dengan kehadiran relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Projo di deklarasi kampanye damai Pilpres 2019 yang membuat Ketum Susilo Bambang Yudhoyono walk out. Demokrat mempertanyakan status undangan Projo dalam acara itu.

"Projo dapat undangan juga kah? Jika diundang, sebagai apa statusnya? Semoga mereka hadir bukan karena sudah disamakan dengan TNI/Polri," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, Minggu (23/9).


Jansen menyebut KPU sebagai penyelenggara acara telah mengatur bahwa tidak boleh ada alat peraga kampanye di deklarasi kampanye damai. Jansen bingung KPU membiarkan pelanggaran itu. Jansen mengirimkan tangkapan layar undangan dari KPU ke Demokrat untuk menghadiri acara deklarasi kampanye damai.

"Aturan telah nyata dilanggar! Jika KPU tak bertindak jangan salahkan 'parade pelanggaran' akan segera dimulai," sebut Jansen.

"Berdasar surat KPU yang Partai Demokrat terima, spesifik yang diundang itu capres dan partai politik. Aneh menurut kami kehadiran Projo di acara ini," sebut Jansen.


(jor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed