DetikNews
Jumat 21 September 2018, 13:53 WIB

Ini Kejanggalan Tudingan Ratna Sarumpaet Versi Guru Besar UI

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Ini Kejanggalan Tudingan Ratna Sarumpaet Versi Guru Besar UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Tudingan aktivis Ratna Sarumpaet soal pemerintah memblokir rekening warga yang berisi duit Rp 23,9 T dipertanyakan guru besar hukum internasional UI Prof Hikmahanto Juwana. Pasalnya, Ratna menyebut warga atas nama Ruben PS Marey mendapat uang dari Bank Dunia (World Bank).

"Adanya klaim Ruben PS Marey bahwa ia menerima uang dari World Bank melalui transfer melalui rekening pribadinya adalah janggal," kata Hikmahanto melalui pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (21/9/2018).



Hikmahanto menyebut ada 3 bukti kejanggalan tersebut. Pertama, entitas hukum yang disebut World Bank tidak ada.

"Kalaupun ada penyebutan World Bank, maka rujukan adalah pada World Bank Group," sebut Hikmahanto.

Adapun World Bank Group memiliki 5 entitas hukum, yaitu International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), International Development Agency (IDA), International Finance Corporation (IFC), International Center for Settlement of Invesment Dispute (ICSID), dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA). Masing-masing entitas memiliki fungsi yang berbeda.

"Kedua, bila melihat Anggaran Dasar dari IBRD, maka pemberian pinjaman hanya kepada negara anggota, bukan pribadi," ujar Hikmahanto.



Kejanggalan ketiga adalah dana yang disebut-sebut diterima Ruben tidak jelas antara hibah dan pinjaman. Jika dana yang dimaksud adalah pinjaman, menurut Hikmahanto, itu tidak mungkin karena nilai jaminan biasanya lebih besar daripada pinjaman yang diberikan.

"Bila dana hibah makan ini merupakan nilai fantastis yang diberikan mengingat dana dari IBRD, IDA dan IFC berasal dari negara anggota," pungkas Hikmahanto.

Latar Belakang Tudingan Ratna

Seseorang bernama Ruben PS Marey mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) dan menduga dana di rekeningnya untuk bantuan papua telah diblokir sepihak. Ratna menduga pemblokiran dilakukan pemerintah melalui salah satu bank tempat Ruben menaruh dana tersebut.

"Dana ini untuk swadaya pembangunan di Papua. Kasus ini mempunyai tendensi juga melakukan pelanggaran keuangan," kata Ratna di gedung DPR RI, Senayan, Senin (17/9).



Ruben menjelaskan persoalan ini bermula dari dia yang menerima gelontoran dana dari para donatur untuk membangun Papua. Dana dengan total Rp 23,9 triliun itu tersimpan sejak 2016 dalam rekening pribadi.

Namun, kata Ruben, tiba-tiba dana di rekeningnya tersebut hilang. Saat dikroscek ke bank tempat Ruben menyimpan uang itu, tak ada catatan uang masuk ke rekeningnya.

Pihak Kemenkeu melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti membantah tudingan Ratna. Nufransa menegaskan Kemenkeu tak menangani rekening pribadi. Selain itu, Kemenkeu sudah menanyakan hal ini kepada World Bank, yang juga membantah tudingan Ratna.



Tonton juga 'Eksklusif Ratna Sarumpaet Heboh #2019GantiPresiden':

[Gambas:Video 20detik]


(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed