DetikNews
Jumat 21 September 2018, 11:51 WIB

Soal Tudingan Ratna Sarumpaet, Apa Peran World Bank?

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Soal Tudingan Ratna Sarumpaet, Apa Peran World Bank? Ratna Sarumpaet. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet berkukuh pada pendapatnya bahwa pemerintah telah memblokir rekening warga yang berisi dana bantuan untuk Papua. Ratna bahkan akan menggugat sejumlah pihak.

"Kita tetap akan ke pengadilan. Kita akan gugat Kemenkeu dan BI, bank BNI. Kita lagi susun tim pengacara, lagi kita pelajari betul. Komitmen saya akan mempersoalkan ini secara hukum. Tapi kalau ini bisa diselesaikan secara politik, lewat DPR misalnya, kita lihat," ujar Ratna saat dihubungi, Kamis (20/9/2018).



Ratna mulanya mendapat laporan dari Ruben PS Marey yang mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC). Kepada Ratna, Ruben mengaku uang Rp 23,9 T yang semula ada di rekeningnya hilang. Padahal uang itu sedianya dipakai untuk pembangunan di Papua.

Uang itu, kata Ruben, ditransfer oleh Bank Dunia ke rekening pribadinya. Berdasar laporan ini, Ratna menuding pemerintahan Presiden Jokowi telah memblokir rekening nasabah sebuah bank.

Sebelumnya Kemenkeu (Kementerian Keuangan) telah membantah bila pihaknya melakukan pemblokiran rekening atas nama pribadi. Lebih lanjut Kemenkeu juga telah menguhubungi World Bank yang juga membantah adanya transfer tersebut.



Ratna kembali membalas, dia mengaku punya bukti dan telah mengonfirmasi ke pihak World Bank. Menurut Ratna, World Bank mengaku tak pernah mendapat telepon dari Kemenkeu.

"Ada juga bukti dari saya bahwa itu sudah ditransfer ke Ruben. BNI sudah melaporkan ke Bank Dunia. Ini ada surat dari Bank Dunia. Jadi jangan bicara-bicara World Bank. Saya juga sudah bicara dengan direktur World Bank yang gantikan Ibu Sri Mulyani," ujar Ratna saat dihubungi, Kamis (20/9/2018).

"Saya cuma cek. 'Benar (Kemenkeu sudah kontak)?'. 'Nggak, nggak ada telepon'. Orang Indonesia juga kan yang menggantikan?" sambung dia.

Berdasarkan keterangan Ratna, berarti World Bank telah mengirim dana kepada rekening pribadi atas nama Ruben PS Marey. Benarkah World Bank juga menyuntik dana lewat individu?

Dikutip dari situs resmi World Bank, Jumat (21/9/2018), dijelaskan bahwa bank tersebut terdiri dari 5 institusi yang bekerja untuk solusi berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan dan membangun kemakmuran bersama di negara berkembang.

Misi dari World Bank adalah mengurangi kemiskinan dunia sampai 3 persen pada tahun 2030 dan menambah penghasilan penduduk termiskin dari 40 persen penduduk setiap negara. Adapun anggota World Bank ada 189 negara.

Pada situs tersebut juga tertulis bahwa ada 2 institusi World Bank Group (IBRD dan IDA) yang bermitra dengan pemerintahan. Bentuk kemitraan dengan pemerintahan ini adalah memberikan pembiayaan, saran kebijakan, dan asistensi teknis kepada pemerintahan negara berkembang.

IDA (The International Development Association) fokus pada negara termiskin dunia, sementara IBRD (The International Bank for Reconstruction and Development) mendampingi negara berpenghasilan menengah dan layak diberi kredit.

Ada pula institusi World Bank Group yang bermitra dengan sektor swasta yakni IFC (The International Finance Corporation), MIGA (The Multilateral Investment Guarantee Agency), dan ICSID (The International Centre for Settlement of Investment Disputes). Tugas mereka adalah menyajikan pembiayaan, pendampingan teknis, jaminan risiko politik, dan penyelesaian sengketa bagi perusahaan swasta, termasuk pembiayaan institusi.

Tak ada penjelasan soal keterlibatan World Bank dengan individu, seperti klaim Ruben yang mengadu kepada Ratna. Mungkinkah World Bank mentransfer Rp 23 triliun ke rekening pribadi Ruben?
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed