DetikNews
Jumat 21 September 2018, 09:49 WIB

Prabowo Disindir Tak Berprestasi, Gerindra Pamer Capaian Pencak Silat

Tsarina Maharani - detikNews
Prabowo Disindir Tak Berprestasi, Gerindra Pamer Capaian Pencak Silat Prabowo Subianto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, menyebut prestasi Prabowo Subianto sulit dicari. Partai Gerindra langsung memamerkan prestasi gemilang cabang olahraga pencak silat di Asian Games 2018 yang berhasil menyabet 14 medali emas.

Alasannya, Prabowo merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), yang dinilai punya peran di balik kesuksesan tersebut.

"Sebagai Ketum IPSI, beliau berprestasi luar biasa, 14 emas dipersembahkan dari cabor pencak silat," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).


Andre lanjut berbicara sejumlah prestasi lain yang berhasil ditorehkan sang ketum. Salah satunya ketika Prabowo masih aktif bertugas di satuan TNI. Menurut dia, di tangan Prabowo, Kopassus berhasil menjadi pasukan elite kelas dunia.

"Pak Prabowo sebagai TNI saat ada kejadian di Papua ada asing diculik, kemudian tentara Inggris dan Amerika bilang hanya Rambo yang bisa menyelamatkan sandera ini. Pak Prabowo memimpin Kopassus dan berhasil menyelamatkan sandera itu. Makanya, waktu itu Kopassus disebut sebagai salah satu tentara elite dunia," jelas Andre.

Selain itu, Prabowo berhasil memimpin misi pendakian Gunung Everest. Andre menceritakan bendera Merah Putih bisa berkibar di puncak Everest, salah satunya, berkat kegigihan sang ketum.

"Bagaimana Pak Prabowo berhasil menancapkan Sang Saka Merah Putih di puncak Everest sebagai negara ASEAN pertama yang menancapkan itu," sebut dia.

Andre kemudian balik menyindir Jokowi yang disebut Maman tak memiliki kelemahan. Andre menilai Jokowi gagal melaksanakan janji-janji kampanye 2014.


Ia pun menyebut Jokowi layak diganti. Menurut Andre, lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' yang diubah Waketum Gerindra Fadli Zon pas menggambarkan kondisi Jokowi.

"Pada kenyataannya Pak Jokowi gagal melaksanakan janji-janjinya di 2014 kemarin. Sehingga ya, masa udah gagal kok maksa minta dua kali? Seperti lagu 'Potong Bebek Angsa' Pak Fadli itu, Pak Jokowi memang 2019 harus diganti," tegasnya.

Direktur Relawan TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, menyebut prestasi Prabowo Subianto sulit dicari. Hal ini dinilai Maman berbeda dengan capres usungannya, Jokowi, yang justru sulit dicari kelemahannya.

"Kalau ditanya, apa bedanya Pak Jokowi dan Pak Prabowo? Jawabannya sederhana, sulit mencari kelemahan Pak Jokowi seperti sulit mencari prestasinya Pak Prabowo," ujar Maman, Kamis (20/9).
(tsa/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed