DetikNews
Jumat 21 September 2018, 08:58 WIB

Gaduh Mendag Vs Buwas, Hanura Sarankan Jokowi Evaluasi Mentan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gaduh Mendag Vs Buwas, Hanura Sarankan Jokowi Evaluasi Mentan Foto: Inas Nasrullah Zubir (dok. pribadi)
Jakarta - Partai Hanura meminta polemik antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan Kepala Bulog Budi Waseso dilihat sampai akar permasalahan yang sebenarnya. Hanura juga tak sependapat jika Enggar didesak diganti.

"Tidak setuju karena persoalan bukan di Mendag tapi di Mentan (Menteri Pertanian Amran Sulaiman) yang gagal memenuhi target panen padahal sudah menghabiskan anggaran Rp 60 triliun. Jadi akar masalahnya di Mentan," kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir, Jumat (21/9/2018).


Inas setuju andai Mentan dievaluasi. Dia membeberkan alasannya.

"Panen rayanya gagal tapi sudah menghabiskan anggaran Rp 60 triliun!" kata politikus yang duduk di Komisi VI DPR itu.


Inas membela Enggar yang berpolemik dengan Buwas. Inas memakai data-data dalam pembelaanya. Soal kebijakan impor, Inas menyebut Bulog-lah yang melaksanakan.

"Buwas mengatakan bahwa stok beras mencapai 2,4 juta ton dan gudang penuh, padahal berdasarkan data Bulog sendiri bahwa kapasitas gudang bulog adalah 4 juta ton. Lalu ke mana yang 1,6 juta ton? Jangan-jangan disewakan," ucap Inas.

"Sedangkan yang melaksanakan impor adalah Bulog sedangkan Mendag hanya memberikan izin impor. Maka kalau Bulog nggak menganggap nggak perlu impor, ya jangan melaksankan impor. Ini malahan Buwas ngoceh-ngoceh di media," imbuhnya.


Inas mengatakan stok beras harus selalu mimimal 1 juta ton. Angka 2,4 juta ton yang ada sekarang disebutnya belum tentu aman kalau produksi beras nasional tidak jelas.

"Sudah waktunya Bulog menterminasi persewaan gudangnya kepada swasta," sebut dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Ekonom Rizal Ramli mendesak Presiden Joko Widodo segera mencopot Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita lantaran isu impor. Rizal menyebut sudah saatnya Enggar dicopot dari jabatannya terkait dengan kebijakan impor beras.

"Saya imbau Presiden Jokowi bersikap. Sudah jelas kok angkanya yang benar. Nggak bisa biarkan Enggar kayak begini, petantang-petenteng kayak gini. Sudah waktunya diganti," ujar Rizal.


Kupas Tuntas Makna 'Matamu', Umpatan Buwas untuk Mendag, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed