"Perlu tidaknya diganti itu hak preogatif presiden," ujar Wasekjen PPP Ahmad Baidowi kepada detikcom, Kamis (20/9/2018).
"Tentu banyak hal yang dibebankan kepada Mendag tidak hanya urusan beras," katanya.
"Selain urusan beras banyak juga yang menjadi tugas Kemendag. Apakah kemudian nilai akumulasi terhadap tugas Mendag sesuai target atau tidak, presiden punya parameternya," imbuh Awiek.
"Perlu koordinasi antar instansi terkait agar tak terjadi perbedaan data yang akhirnya menjadi polemik," ujarnya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik keras Mendag Enggartiasto Lukita. Fadli menyebut Mendag sebagai menteri tukang impor dan layak di-reshuffle.
Baca juga: Golkar: Tidak Ada Urgensi Mendag Dicopot |
"Saya imbau Presiden Jokowi bersikap. Sudah jelas kok angkanya yang benar. Nggak bisa biarkan Enggar kayak begini, petantang-petenteng kayak gini. Sudah waktunya diganti," ujar Rizal. (mae/idn)











































