DetikNews
Kamis 20 September 2018, 14:35 WIB

NasDem Membela: Apa Urusan Fadli Zon Minta Mendag Dicopot?

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
NasDem Membela: Apa Urusan Fadli Zon Minta Mendag Dicopot? Foto: Enggartiasto Lukita. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Wakil Ketua DPR sekaligus Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut Mendag Enggartiasto Lukita sebagai menteri tukang impor dan menilainya layak direshuffle. Partai NasDem membela Enggar yang merupakan kadernya.

Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago mempertanyakan maksud pernyataan Fadli Zon. Menurutnya, tak ada urusan Fadli meminta Enggar dicopot.

"Urusan apa Fadli minta minta reshuffle? Nggak ada urusan dengan dia!" kata Irma kepada detikcom, Kamis (20/9/2018).


Irma mengatakan urusan impor beras bukan cuma tanggungjawab Mendag. Sejumlah kementerian juga bertanggung jawab atas impor beras.

"Mana bisa Mendag import jika tidak dapat data dari Mentan (Menteri Pertanian) dan persetujuan Menko Perekonomian!" ujarnya.

Pernyataan Fadli kepada Mendag itu dilontarkan melalui akun Twitter-nya. Fadli Zon mencuit sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi dan memention akun twitter Mendag Enggartiasto.

"Menteri tukang impor @EnggarMendag harus dicopot, mengkhianati petani, ikut melemahkan rupiah, merugikan negara. #copotMendag," demikian cuit Fadli Zon lewat twitter, Kamis (20/9/2018).

Namun Enggar yang mencuit sekitar pukul 12.00 WIB tak menggubris cuitan Fadli Zon itu. Ia malah bicara terkait hal lain.


"Ekspor kendaraan bermotor mesti dipacu, pasarnya pun mesti diperluas. Kemarin, direksi Yamaha Motor Indonesia berkunjung ke Kantor Kemendag untuk membahas hal tersebut. Pemerintah tentu sangat mendukung kendaraan bermotor yang diproduksi di Indonesia, merambah pasar global," demikian cuitan Enggar.

Cuitan Fadli itu muncul setelah adanya kegaduhan antara Kepala Bulog Budi Waseso (Buwas) dengan Enggar sebagai Mendag. Buwas mengeluhkan penuhnya gudang untuk menyimpan beras impor. Keluhan itu ditanggapi Enggartiasto dengan mengatakan bahwa penuhnya gudang bukan urusan kementerian.

Tak terima, Buwas berang, hingga membawa-bawa kosakata 'matamu' di tengah perdebatan soal impor tersebut. Buwas mengatakan, bahwa sesama institusi negara haruslah bersinergi dan saling membantu. Perdebatan Buwas dan Enggar menuai pro dan kontra.




Tonton juga 'Buwas-Mendag Memanas, Bamsoet: Undang ke DPR Saja':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed